![]() |
| Mendagri Tito Karnavian saat menyerahkan secara simbolis bantuan mobil operasional untuk Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Senin (20/4/2026). |
BANDA ACEH - Halaman Masjid Raya Baiturrahman, Senin, 20 April 2026, tak hanya menjadi lokasi seremoni serah terima kendaraan. Di sana, tersirat pesan lain: hubungan antara pemerintah pusat dan Aceh yang terus dijaga melalui simbol-simbol dukungan konkret.
Sebuah mobil operasional diserahkan untuk mendukung aktivitas Masjid Raya Baiturrahman. Bantuan itu berasal dari Kementerian Dalam Negeri dan diberikan langsung atas dukungan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.
Dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, hadir didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Marzuki.
Bagi Pemerintah Aceh, bantuan kendaraan itu bukan sekadar penambahan fasilitas. Masjid Raya Baiturrahman dipandang memiliki posisi simbolik—bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat Aceh.
Marzuki menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengelolaan masjid yang menjadi ikon religius Aceh tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Dalam Negeri atas bantuan mobil operasional ini,” ujarnya.
Menurut dia, kendaraan tersebut akan digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan operasional, mulai dari kegiatan administrasi, pelayanan jamaah, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan yang rutin digelar pengurus masjid.
“Dengan adanya fasilitas tambahan ini, kami berharap pelayanan kepada jamaah dan pengelolaan masjid dapat berjalan lebih efektif dan optimal,” kata Marzuki.
Mengapa bantuan ini dianggap penting? Aktivitas di Masjid Raya Baiturrahman tak lagi terbatas pada pelaksanaan ibadah harian. Dalam beberapa tahun terakhir, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan dakwah, pendidikan, hingga agenda sosial yang melibatkan masyarakat luas.
Karena itu, kebutuhan pendukung operasional menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pengelolaan masjid modern. Terlebih, Baiturrahman bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga destinasi religius yang setiap hari dikunjungi masyarakat dan wisatawan.
Acara serah terima tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Aceh, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat. Di tengah suasana formal itu, bantuan kendaraan tampak sederhana. Namun bagi pengelola masjid, ia menjadi alat penting untuk menunjang kerja-kerja pelayanan.
Di Aceh, Masjid Raya Baiturrahman selalu lebih dari sekadar bangunan. Dan setiap dukungan terhadapnya, sekecil apa pun, kerap dibaca sebagai bagian dari upaya menjaga denyut kehidupan sosial dan religius masyarakat.

