Notification

×

Iklan

GA Adsense

BUMDes di Bireuen Sudah Dikembangkan 609 Gampong, 439 Dikategorikan Aktif

12 Sep 2020 | 16.56 WIB Last Updated 2020-10-25T23:53:10Z
Muzakkir Abdullah, Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA PED) P3MD Kabupaten Bireuen

KABAR ACEH | Bireuen-  Jumlah Gampong di Kabupaten Bireuen sebanyak 609 dalam 17 kecamatan ini dipastikan sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa/Gampong (BUMDes). 439 Bumdes dikategorikan aktif, sisanya 170 lagi sedang berupaya untuk kembali aktif. 

BUMDes tersebut bergerak dalam berbagai bidang usaha, mulai home industri, pertanian, peternakan, perdagangan dan usaha produktif lainnya termasuk Pembuatan Pakan Ikan Terapung  di salah satu Bumdes di Kecamatan Jangka yang meraih juara II Nasional, Produksi teh daun Kelor dan baru baru ini yang dipastikan menjadi Bumdes Binaan DPMG Aceh tahun 2021, yakni usaha produksi "Jeungki Ie" atau Hydram Pump asal Desa Cot Jrat Kecamatan Kota Juang. Juga beberapa Bumdes lainnya mulai berkembang yang tersebar di 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA PED) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bireuen, Muzakkir Abdullah, kepada kabaraceh.co, Sabtu (12/9/2020). 

"Data tersebut diperoleh saat dilakukan verifikasi beberapa waktu lalu, sejumlah Bumdes yang belum aktif mungkin dalam beberapa hari kedepan akan kembali aktif," sebut Muzakkir.

Labih lanjut ia mengatakan, sebagian besar BUMDes itu bergerak di bidang pertanian, perdagangan, peternakan, jasa penyewaan, termasuk penyediaan gas elpigi juga kios obat. Diantaranya sebagian Bumdes sudah mampu mengelola dengan baik serta administrasi laporan pertanggung jawaban juga sudah bagus .

"Sebagian besar BUMDes di Bireuen sudah  mampu mengembangkan usahanya dengan baik serta administrasinya berupa laporan pertanggung jawaban pengelolaan juga sudah bagus. Sehingga ada yang berkembang dan maju hingga mampu menghasilkan PAD Gampong. Kami bersama PD dan PLD setempat terus mendata dan membina Bumdes di setiap gampong supaya unit usaha yang dikembangkan Bumdes memperoleh keuntungan serta bisa menyerapnya tenaga kerja, hingga mampu mengurangi angka pengangguran di gampong," ungkap Muzakkir yang juga Eks Fasilitator di era PNPM Mandiri.

Pada kesempatan yang sama, Mukhlis Aminullah yang juga Tenaga Ahli P3MD Bireuen turut menambahkan, saat ini sudah banyak BUMDes yang mengelola berbagai unit usaha di gampong dengan memanfaatkan bantuan dana desa (DD). 

"Saat ini di Kabupaten Bireuen sudah banyak Bumdes yang mengembangkan beragam unit usaha dan setiap gampong bisa dikatakan memiliki BUMDes karena ini salah satu prioritas Dana Desa secara nasional di Kementerian Desa PDTT yang diharapkan mampu mensejahterakan dan bermanfaat bagi masyarakat desa," pungkas Mukhlis Aminullah. [SR]
×
Berita Terbaru Update