Banda Aceh – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Pemerintah dan masyarakat Aceh menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas penyaluran dana bantuan kemasyarakatan untuk pembelian sapi meugang. Bantuan senilai Rp72,75 miliar ini telah ditransfer ke 19 kabupaten dan kota terdampak pada Selasa (3/2/2026), dan siap didistribusikan kepada warga sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas perhatian Presiden terhadap warga Aceh, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan. “Alhamdulillah, Bapak Presiden telah menyetujui permohonan Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh. Dana telah ditransfer hari ini, dan kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Fadhlullah menegaskan bahwa bantuan ini difokuskan untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana, terutama warga yang masih menempati hunian sementara maupun pengungsian. Para bupati dan wali kota diminta segera menindaklanjuti dengan pembelian sapi sesuai alokasi dana yang telah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah masing-masing. Distribusi harus dilakukan secara merata, tertib, dan tepat sasaran, dengan prioritas utama kepada warga terdampak bencana.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga wajib mendokumentasikan proses distribusi dalam bentuk foto atau video, serta menyampaikan laporan singkat realisasi bantuan kepada Biro Isra Setda Aceh. Selanjutnya, laporan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden, sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi pelaksanaan bantuan.
Bantuan ini menjangkau 19 kabupaten dan kota, antara lain Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Simeulue, yang pada saat bersamaan mengalami gempa bumi dengan sejumlah kerusakan yang dialami masyarakat.
Fadhlullah berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga menjadi wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus mendukung kelancaran tradisi meugang dan perayaan Ramadhan. “Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah dan perhatian Presiden kepada masyarakat Aceh,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, bantuan ini diharapkan dapat sampai kepada masyarakat secara cepat, aman, dan tepat sasaran, menjadi simbol kepedulian negara, sekaligus penguat solidaritas dan semangat kebersamaan warga Aceh menghadapi masa pemulihan pascabencana. [Adv]

