Jakarta — Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, mewakili Gubernur Aceh, mengikuti rapat konfirmasi Rencana Aksi Kementerian/Lembaga (Renaksi K/L) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Hidrometeorologi Aceh. Kegiatan berlangsung di Gedung Menara Bappenas, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).
Dalam rapat tersebut, sejumlah pihak dari K/L, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah meninjau hasil penyelarasan rencana rehabilitasi Aceh senilai Rp 97,2 triliun. Rencana ini kini berada pada tahap verifikasi dan validasi, sebelum masuk ke pembahasan perbaikan Renaksi K/L yang akan memastikan alokasi anggaran dan program prioritas sesuai kebutuhan pascabencana.
“Masih ada usulan pada sektor perumahan, infrastruktur, ekonomi, dan sosial yang belum seluruhnya masuk dalam Renaksi K/L. Dengan keterbatasan fiskal daerah, kami berharap dukungan pemerintah pusat melengkapinya melalui program prioritas nasional lintas sektor untuk pemulihan Aceh,” ujar Nasir.
Sekda Aceh menambahkan bahwa pemerintah daerah juga tengah menyiapkan Surat Keputusan Gubernur Aceh terkait perubahan R3P Aceh, sebagai tindak lanjut dari verifikasi dan validasi bersama di tingkat pusat. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi sekaligus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Lebih lanjut, Nasir menjelaskan bahwa langkah strategis ini akan memadankan rincian dan angka dari Renaksi K/L dengan usulan R3P Aceh, sehingga setiap program dapat terintegrasi dengan kebijakan nasional. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga memaksimalkan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Rapat konfirmasi ini menegaskan bahwa Pemerintah Aceh hadir sebagai mitra proaktif pemerintah pusat dalam memastikan setiap program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran. Ke depannya, kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Aceh dalam menghadapi risiko bencana dan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. [Adv]

