BANDA ACEH - Pemerintah Aceh kembali melangkah dalam upaya memperkuat tata kelola birokrasi. Dari Banda Aceh, Panitia Seleksi (Pansel) resmi mengumumkan hasil Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Nomor 14/Pansel-JPTP/I/2026 tertanggal 25 Januari 2026.
Seleksi ini menjadi bagian dari mekanisme reformasi birokrasi yang menekankan prinsip meritokrasi—memilih pejabat berdasarkan kompetensi dan kinerja. Sebanyak sembilan jabatan strategis diperebutkan melalui tahapan seleksi yang melibatkan berbagai penilaian.
Ketua Panitia Seleksi M. Nasir menegaskan bahwa seluruh proses telah dilaksanakan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia memastikan bahwa setiap peserta dinilai berdasarkan kapasitas dan rekam jejak.
“Peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya, menandai bahwa proses belum berakhir.
Untuk posisi Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin, tiga nama dinyatakan lulus: Dr. Muhazar H, dr. M. Fuad, serta Dr. dr. T. Nanta Aulia. Ketiganya akan melanjutkan ke tahap berikut dalam proses penentuan pimpinan rumah sakit rujukan utama di Aceh tersebut.
Pada jabatan Inspektur Aceh, peserta yang lolos adalah Abdullah, Murtala, dan Ratna. Posisi ini menjadi kunci dalam pengawasan internal pemerintahan daerah, sehingga membutuhkan figur dengan integritas dan kapasitas tinggi.
Sementara itu, untuk Kepala Dinas Peternakan Aceh, tiga nama yang dinyatakan lulus adalah drh. Cut Hasanah Nur, drh. Safridhal, dan drh. Yuda Fahrul. Ketiganya diharapkan mampu memperkuat sektor peternakan yang menjadi bagian penting dalam ketahanan pangan daerah.
Di sektor pendidikan, seleksi Kepala Dinas Pendidikan Aceh meloloskan Hamdizal, Murthalamuddin, dan Dr. Zulkifli. Jabatan ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh.
Untuk Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Aceh, peserta yang lulus adalah Reza Ferdian, Teuku Kamaluddin, dan Zulfadli. Sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat yang terus didorong untuk berkembang.
Pada posisi Kepala Dinas Pengairan Aceh, tiga nama yang ditetapkan adalah Erwin Ferdinansyah, Mohammad Iqbal Bharata, dan M. Nasir. Peran ini krusial dalam pengelolaan sumber daya air yang berdampak langsung pada pertanian dan infrastruktur.
Untuk jabatan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, peserta yang lulus adalah Bob Mizwar, Frans Dellian, dan Muhammad Ikhsan. Posisi ini berkaitan erat dengan koordinasi pemerintahan dan pelaksanaan otonomi daerah.
Di lingkungan rumah sakit, seleksi Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Zainoel Abidin meloloskan dr. Iman Murahman, Dr. dr. Nanda Earlia, dan dr. Novita. Sementara itu, untuk Wakil Direktur Administrasi dan Umum, peserta yang lulus adalah Afril Herri Purwansyah, dr. Emiralda, dan Teuku Hendra Faisal.
Pengumuman ini menandai berakhirnya satu tahap penting dalam proses seleksi terbuka. Namun, bagi para peserta, perjalanan masih berlanjut menuju tahapan akhir yang akan menentukan siapa yang akan mengisi jabatan-jabatan strategis tersebut.
Melalui seleksi terbuka ini, Pemerintah Aceh berupaya memastikan bahwa setiap posisi kunci diisi oleh figur yang kompeten dan berintegritas. Sebuah langkah yang diharapkan dapat memperkuat kinerja birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Aceh. [Adv]

