Notification

×

Iklan

GA Adsense

Kemulian Ramadan, Diturunkannya Al-Qur’an Hingga Dibukanya Pintu Syurga untuk Beramal Shalih

8 Apr 2022 | 10.40 WIB Last Updated 2022-05-12T04:12:48Z


Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengisi ceramah safari Ramadan di Masjid Jami’ Tgk Chik Di Tiro Gedung Keuangan Negara (GKN), Ateuk Pahlawan, Kamis, (7/4/2022).


Dalam ceramahnya Farid menyampaikan, diantara keutamaan bulan ramadan yakni diturunkan Al-Qur’an.


Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 185 yang artinya “Bulan Ramadan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda”.


Farid mengatakan, Ramadan memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan bulan lainnya. Maka setiap datangnya bulan Ramadan Rasulullah Saw. selalu melakukan muraja’ah atau membacakan Al-Qur’an bersama malaikat Jibril ‘alaihissalam.


Oleh karenanya, Farid mengajak para jamaah dan masyarakat supaya menjadikan bulan ramadan sebagai momentum mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.


“Alangkah sedih jika hari-hari ramadan kita lewati, namun kita belum memiliki waktu khusus membaca Al-Qur’an. Karena ini masih di awal Ramadan mari kita mulai membaca dan mendekatkan diri dengan Al-Qur’an,” ujarnya.


Farid melanjutkan, keutamaan bulan Ramadan selanjutnya yaitu pintu neraka ditutup sementara pintu syurga dibuka seluas-luasnya, dan syaitan dibelenggu, sebagaimana Sabda Rasulullah Saw. Dibukanya pintu syurga karena Allah Swt memberikan kemudahan bagi hambanya untuk melakukan amal shalih di bulan Ramadan. Hal tersebut kata Farid, bisa dilihat menjelang datangnya bulan ramadan, semangat beribadah semakin meningkat, sehingga banyak orang yang tergerak ke masjid untuk melaksanakan tarawih dan beragam amal shalih lainnya.


“Mari kita kumpulkan amal shalih sebanyak-banyaknya karena itu bisa menjadi modal kita di hari kiamat kelak. Semoga kita semua bisa masuk ke dalam syurga Allah Swt,” kata Farid.


Keutamaan Ramadan lanjut Farid adalah, adanya malam Lailatul Qadar, yakni malam yang nilai pahala ibadahnya lebih baik dari seribu bulan. Walaupun malam tersebut tidak ada satupun yang mengetahuinya secara pasti, ini hikmahnya agar hamba Allah Swt bisa mempersiapkan amal ibadahnya sejak awal ramadan. Rasulullah Saw menyampaikan tanda-tanda malam tersebut, yakni berada pada 10 terakhir Ramadan.


“Oleh karenanya, pada sepuluh terakhir ramadan, kita dianjurkan agar lebih fokus untuk meningkatkan amal ibadah agar bisa meraih keutamaan malam seribu bulan,” ujarnya.


“Mari kita maksimalkan ibadah kita mulai dari awal Ramadan ini, supaya kita memperoleh kemuliaan di akhir Ramadan yaitu Lailatul Qadar dan keluar dengan gelar Muttaqin dan diterima segala ibadah amal ibadah dan puasa oleh Allah Swt,” tutur Farid Nyak Umar. [Adv]

×
Berita Terbaru Update