Notification

×

Iklan

GA Adsense

Pengprov SPD Kencana Kwitang Aceh Dilantik, Ketua DPP Pusat: Bireuen Motor Penggerak

2 Okt 2021 | 22.05 WIB Last Updated 2021-10-06T01:59:47Z
Ketua SPDKK Aceh Munawir, S.Pd saat menerima SK Kepengurusan Periode 2021-2024 dari Ketua DPP SPDKK Pusat AKBP Purn. Enjang Bahri, SH, MH diwakili Koordinator Sabuk Hitam H Rusman di Ruang Seminar Gedung Ampon Syik Peusangan Bireuen, Sabtu (2/10/2021)


Pengurus Provinsi SPDKK Aceh Periode 2021-2024


KABAR ACEH | Bireuen- Ketua DPP Perguruan Seni Pembela Diri Kencana Kwitang (SPDKK) Pusat, AKBP Purn. Enjang Bahri, SH, MH diwakili H Rusman melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) SPDKK Aceh Periode 2021-2024 yang berlangsung di Ruang Seminar Gedung Ampon Chik Peusangan, Bireuen, Sabtu (2/10/2021) sore.

Pelantikan yang disertai penyerahan SK kepengurusan dan penyerahan bendera Petaka oleh Pengurus DPP, bertemakan Lestarikan dan Junjung Tinggi Pencak Silat Sebagai Budaya Bela Diri Asli Indonesia.

Ketua terpilih SPDKK Pengprov Aceh  Munawir, S.Pd dalam sambutannya, menyebutkan, selama ini kepengurusan vakum, jadi kami berinisiatif menghimpun rekan rekan untuk kembali bergabung dalam kepengurusan.

"Terbentuk kepengurusan SPDKK Aceh atas inisiatif bersama para pengurus lama dan rekan rekan perguruan silat. Ini untuk mengisi kevakuman selama ini. Lagian kami mendapat mandat langsung dari Pengurus Pusat untuk membentuk pengurus baru," ujarnya

Lanjutnya, sebelumnya di Bireuen khususnya di Universitas Almuslim sudah ada UKM pencak silat yang dilatih SPDKK. 

"Dasarnya, sudah ada UKM Pencak Silat di Almuslim, pelatihnya dari SPDKK. Sejak tahun 2003 sudah terbentuk dan sempat vakum karena sesuatu lain hal. Tahun 2005 aktif lagi, dan ada beberapa lahir disini atlit Pelatda PON. Ini menandakan Perguruan SPDKK punya legalitas dan berbadan hukum tentunya," ungkap Munawir.

"Terima kasih kami kepada pengurus DPP SPDKK Pusat yang mendukung penuh kegiatan pelantikan ini, serta semua pihak atas support dan dukungannya selama ini hingga pelantikan hari ini yang dirangkai dengan penyerahan ijazah kenaikan sabuk para anggota perguruan,"  terangnya.

Selain itu, Pembina SPDKK Aceh yang juga Rektor Almuslim, Dr. Marwan Hamid, M.Pd sangat apresiasi kepada adik adik pengurus yang telah mempercayainya sebagai pembina.

"Saya sangat mengapresiasi inisiatif adik adik para perguruan silat, yang membentuk pengurusan SPDKK Aceh. Kami siap mensupport dan diharapkan nantinya bisa bekerja sama dengan Universitas Almuslim untuk melakukan kaderisasi perguruan silat, yang merupakan seni bela diri asli Indonesia yang perlu dilestarikan," ungkap Marwan yang dilanjutkan sedikit menceritakan tentang perkembangan pencak silat dimasa kecilnya.

"Baiknya, pencak silat bisa di sosialisasikan ke desa desa, nanti direncanakan dalam Musrenbangdesa, dan desa akan mendirikan jambo silat dengan menggunakan dana desa untuk latihan generasi muda di desa," harapnya.

"Kepada DPP SPDKK Pusat, mohon bimbing kami, semoga nanti bisa mengikuti ajang atau even yang diselenggarakan KONI atau Dispora," harap Marwan yang baru 8 bulan menjabar Rektor Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen.

Sementara itu, Ketua Pengurus SPDKK Pusat, H Rusman, berharap SPDKK Aceh yang dilantik di Bireuen menjadikan Kabupaten Bireuen menjadi motor penggerak terbentuknya DPC SPDKK di seluruh Aceh. 

"Semoga Bireuen menjadi menjadi motor penggerak terbentuknya SPDKK di seluruh Aceh.  Apalagi kita sudah melantik Pengprov SPDKK Aceh. Nanti akan lahir DPC di sejumlah Kabupaten/Kota," imbuh Rusman seraya melakukan penyematan Sabuk Kehormatan kepada Zulfadli, Munawir, S.Pd dan Abdullah Fadhil, S.Pi.

"Pelatih senior Perguruan SPD Kencana Kwitang yang berbasis di Betawi itu, menambahkan, SPDKK ini sudah terbentuk di seluruh Indonesia. Sudah ada Pengprov di setiap provinsi. Malahan tiga pesilat kita 1 putra dan 2 putri tahun ini mengikuti PON Papua 2021. Bukan hanya ini, tahun tahun sebelumnya banyak atlet PON, Sea Games, Asian Games lahir dari pesilat pesilat SPDKK. Artinya SPDKK sudah lahir puluhan tahun lalu," beber H Rusman dihadapan pengurus, anggota dan sejumlah tamu undangan terbatas yang berhadir.

Ia juga berpesan, hormati lah yang tua dan sayangi yang muda. Dengarkan nasehat dewan guru, jangan lagi jadi diri yang sombong dan takabur atas llmu silat. Filosofi SPDKK sendiri tidak ada yang mendahului, tapi kita menunggu, dalam artian jangan cari lawan. Namun Ketika sudah dijadikan cabang olah raga, pertahanan yang baik dalam arena tanding adalah menyerang," pungkas H Rusman Ketua DPP SPDKK Pusat. [SR]







×
Berita Terbaru Update