Notification

×

Iklan

GA Adsense

Gus Menteri Abdul Halim Raih Gelar Doktor HC, HRD: Anugerah ini Sangat Tepat Diberikan dan Hasil Akumulasi Prestasi Mendes PDTT

11 Jul 2020 | 21.35 WIB Last Updated 2020-10-25T23:53:23Z



H Ruslan M. Daud, SE (HRD) bersama Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd dan istrinya Nyonya Umi Lilik Nasriyah usai Upacara Penganugerahan Gelar Doktor HC, di Ruang VVIP Gedung Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman Yogyakarta, Sabtu (11/7/2020)


KABAR ACEH | H Ruslan M Daud, SE (HRD) Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKB, berkesempatan memenuhi undangan acara penganugerahan Doktor Honoris Causa (HC) kepada Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Pemberian gelar Doktor kehormatan kepada Gus Menteri itu dilaksanakan di Gedung Auditorium UNY Sleman, Yogyakarta, berlangsung Sabtu (11/7/2020) sekira pukul 09.45 – 12.00 WIB yang dihadiri sejumlah pejabat dan para tamu undangan lainnya.



HRD mengucapkan selamat atas penganugerahan Doktor HC bidang Manajemen Pemberdayaan Masyarakat ini kepada Abdul Halim Iskandar. Dia menilai, anugerah tersebut sangat tepat diberikan kepada Gus Menteri, karena selama ini beliau telah banyak sekali berkontribusi untuk pembangunan masyarakat desa.

"Ini hasil akumulasi prestasi Gus Menteri Desa PDTT. Sebagai anggota Komisi V, Gus Menteri adalah mitra kerja saya. Dalam setiap rapat saya perhatikan, beliau selalu fokus pada program pembangunan masyarakat desa. Menurutnya, masyarakat desa tidak hanya dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan, namun mereka harus terlibat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan juga sebagai penerima manfaat," ujar H Ruslan M Daud.



Bupati Bireuen 2012-2017 itu melanjutkan, mengutip pernyataan Gus Halim dalam pidato ilmiahnya, sebut HRD, kita tingkatkan kapasitas aparatur desa melalui berbagai pelatihan. Kepala desa, bendahara, sekretaris desa, kepala urusan pemerintahan dan seluruh aparatur desa, harus punya kapasitas yang memadai untuk mempercepat pembangunan desa sebagai inti dari pembangunan bangsa secara utuh. Kalau aparatur desa kuat secara kapasitas, maka desa pun akan mampu berdiri tegak dalam konteks pembangunan.

"Kampus yang masyhur adalah kampus yang selalu hadir di desa dan mewangi namanya di pelosok desa. Dari kampus, kita cetak dan didik kader penggerak desa, perempuan penggerak ekonomi desa, serta menyediakan waktu dan sumber daya untuk membantu akselerasi desa menuju desa surga," terang politisi PKB asal Aceh ini.

Menurut HRD, rekam jejak Gus Menteri mulai dari sejak beliau sebagai santri, Ketua DPRD Kabupaten Jombang, kemudian Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur hingga posisi menteri, sangat aktif membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa.

"Di akhir pidato ilmiah Gus Menteri mengatakan, masa depan Indonesia bergantung pada masa depan desa-desa di seluruh Indonesia. Dia berharap Indonesia Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur dimulai dari desa," pungkas HRD [SR]
×
Berita Terbaru Update