Notification

×

Iklan

GA Adsense

Ditemukan Mayat Pria di Pantai Bantayan Seunuddon, Keluarga Minta Untuk Langsung Dikebumikan

22 Jun 2020 | 19.05 WIB Last Updated 2020-08-08T06:42:15Z
Mayat Pria Bernama Abdullah (55) Warga Gampong Ulee Rubek Timu Kec. Seunuddon Kab. Aceh Utara, Ditemukan Senin (22/6/2020) Dipantai Pantai Bantayan Desa setempat.

Proses Evakuasi Korban oleh Warga setempat, Bersama Polsek dan Koramil Seunuddon Aceh Utara 

KABAR ACEH  | Aceh Utara- Seorang mayat laki-laki bernama Abdullah ditemukan di pesisir Pantai Bantayan Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara, Senin (22/6/2020) sekira pukul 12.50 WIB siang.

Hal itu disampaikan Kapolres Aceh Utara, melalui Kapolsek Seunuddon Iptu  M.Jamil kepada kabaraceh.co (22/6/).

"Telah ditemukan satu mayat laki-laki pada Senin (22/6/2020) pada pukul 12.50 WIB bernama Abdullah (55) pekerjaan nelayan, yang beralamat Gampong Ulee Rubek Timu Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara," katanya.

Ia menambahkan, penemuan mayat beridentitas tersebut awalnya ditemukan oleh dua nelayan setempat yang melihat ada sampan yang terbuat dari drum minyak goreng dan mereka hampiri.

"Kronologis penemuan mayat tersebut, berawal sekira pukul 11.40 WIB, dua nelayan bernama Muhammad Ali (28) warga Desa Ulee Rubek Timu Kecamatan setempat dan rekannya Khairul (53) beralamat sama, melihat sebuah sampan yang terbuat dari drum minyak goreng. Selanjutnya kedua saksi tersebut menghampiri sampan yang tergeletak di pesisir pantai Bantayan, ternyata ada mayat laki-laki," 

Selanjutnya mereka memberitahukan hal tersebut kepada masyarakat yang ada disekitar lokasi kejadian. Selang beberapa saat masyarakat yang ada di sekitar kejadian tiba di lokasi dan langsung mengangkat korban dari pesisir pantai ke jalan. 

Pada pukul 12.30 WIB pihak Polsek Seunuddon dan Koramil 09/ SDN tiba di lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi korban menggunakan ambulan Puskesmas Seunuddon dan membawa jenazah ke Gampong Ulee Rubek Timu Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara untuk dikebumikan.

Dikatakan Kapolsek, menurut keterangan pihak korban, istri almarhum Faridah (45) yang juga warga setempat, menolak jenazah suaminya untuk di bawa ke Pukesmas Seunuddon dan keluarga korban meminta agar jenazah korban di bawa kerumah duka untuk di kebumikan.

"Keluarga Almarhum, isterinya menolak jenazah dibawa ke Puskesmas, dan meminta untuk dibawa langsung kerumah duka. Katanya, korban menderita penyakit riwayat komplikasi dan sering mengalami stroke serta sering jatuh tiba-tiba". pungkas Kapolsek Seunuddon.  [SR]


×
Berita Terbaru Update