KABAR ACEH - Bireuen- Antusiasme yang luar biasa saat siswa baru diajak mandiri membersihkan dan merapikan ruang kelas baru mereka sendiri pada hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (16/7) pagi. Tanpa canggung, para siswa langsung berbagi tugas. Ada yang menyapu lantai, menghapus papan tulis, mengelap kaca jendela, hingga menata meja dan kursi agar terlihat rapi. Gelak tawa dan obrolan ringan mengiringi aktivitas mereka, mencairkan suasana canggung yang biasanya melanda sesama siswa baru.
Aktivitas membersihkan kelas bagi murid baru bukan sekadar tugas fisik. Kegiatan ini dapat menjadi sarana eksplorasi diri untuk mengenali potensi, karakter, dan cara mereka berinteraksi.
Salah satu siswa baru mengungkapkan rasa senangnya bisa langsung bergotong royong dengan teman sekelas. Menurutnya, membersihkan kelas bersama justru menjadi cara paling cepat untuk saling mengenal dan akrab satu sama lain.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja disisipkan dalam agenda MPLS. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sekolah sejak MPLS. Selain itu, aksi gotong royong ini juga melatih kemandirian, kerja sama tim, dan kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan belajar mereka.Melihat ruang kelas yang kini bersih dan rapi berkat kerja keras sendiri, pancaran kepuasan terlihat jelas di wajah para siswa. Semangat kebersamaan yang dipupuk sejak dini ini diharapkan terus terbawa selama mereka menempuh pendidikan di sekolah.
Berikut adalah aspek eksplorasi diri yang bisa diamati dan dikembangkan saat murid baru membersihkan kelas. Pertama, mengenali peran dan karakter diri. Melalui tugas yang dipilih atau didapatkan, murid dapat mengenali kecenderungan alami mereka: Tipe Pemimpin, Mengatur pembagian tugas dan mengoordinasi teman kelompok, Tipe Eksekutor: Fokus menyelesaikan tugas fisik (menyapu, mengepel) dengan tekun hingga tuntas dan Tipe Detailer, Memperhatikan kebersihan sudut-sudut kecil, kerapian meja, atau estetika mading.
Kedua, nelatih keterampilan sosial (Soft Skills). Kegiatan bersama ini menguji dan mengembangkan kemampuan interpersonal, yakni Komunikasi belajar bernegosiasi saat membagi peralatan pembersih yang terbatas, Kerja sama, kerja sama dengan menyadari pekerjaan berat menjadi ringan jika dilakukan bersama-sama. Empati dengan membantu teman yang kesulitan atau kelelahan menyelesaikan tugasnya.
Ketiga, nembangun rasa kepemilikan (Belonging) dengan Adaptasi lingkungan, menyentuh dan menata ruang kelas membantu mengurangi rasa asing bagi murid baru serta memeiki tanggung jawab, menumbuhkan kesadaran bahwa kenyamanan belajar adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas penjaga sekolah. ( SR )

