![]() |
| Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa. |
ACEH UTARA - Satu per satu nama dipanggil di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 4 Juni 2026. Mereka bukan penerima bantuan usaha atau program pemberdayaan ekonomi. Mereka adalah para ahli waris yang kehilangan anggota keluarga akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh Utara.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyerahkan santunan kematian Tahap II kepada 18 ahli waris korban bencana banjir. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp270 juta atau masing-masing sebesar Rp15 juta untuk setiap keluarga penerima.
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa. Ia didampingi Sekretaris Daerah Dayan Albar serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Aceh Utara, Fakruradhi.
Di tengah suasana yang berlangsung khidmat, santunan itu menjadi simbol kehadiran negara bagi keluarga yang masih menyimpan luka akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Fakruradhi mengatakan bantuan tersebut bersumber dari program bantuan sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Menurut dia, nilai santunan yang diberikan memang tidak dapat menggantikan kehilangan yang dialami keluarga korban.
“Kami menyadari bahwa kehilangan anggota keluarga tercinta tidak dapat dinilai dengan materi sekecil apa pun. Namun, santunan ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian negara di tengah masyarakat yang tertimpa musibah, guna sedikit meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Fakruradhi.
Menurut dia, pencairan bantuan dapat dilakukan relatif cepat berkat koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Kementerian Sosial dalam proses verifikasi serta validasi data korban di lapangan.
Dari data yang dihimpun pemerintah daerah, para penerima santunan merupakan ahli waris korban banjir yang berasal dari sejumlah kecamatan terdampak, antara lain Kecamatan Samudera, Tanah Luas, dan Tanah Jambo Aye.
Bagi pemerintah daerah, bantuan tersebut bukan sekadar penyaluran dana sosial. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang menempatkan warga terdampak sebagai prioritas.
Acara penyerahan santunan turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Utara, Pelaksana Tugas Asisten III Bidang Administrasi Umum, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), para kepala perangkat daerah, serta camat dari wilayah terdampak.
Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dinilai memerlukan kesiapsiagaan bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
Pemerintah daerah, kata Fakruradhi, terus memperkuat langkah mitigasi, mulai dari peningkatan kesiapan logistik kebencanaan hingga penguatan sistem penanganan darurat. Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak apabila bencana serupa kembali terjadi di masa mendatang.
Bagi keluarga penerima santunan, bantuan itu mungkin tidak menghapus duka. Namun setidaknya menjadi penanda bahwa kehilangan mereka tidak dilupakan, dan negara tetap hadir saat masyarakat menghadapi masa-masa paling sulit.


