SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS
  • KABAR 24
  • _Hukum
  • _Politik
  • _Parlementaria
  • _Internasional
  • _Nasional
  • _Ekbis
  • _Metropolitan
  • _Sport
  • _Pemerintah Aceh
  • _Index
  • KABAR Layanan Publik
  • _Info Publik
  • _Pelayanan Publik
  • _Pengumuman Resmi
  • KABAR Redaksi
  • _Redaksi
  • _Siber
  • _Kode Etik
  • _Iklan
  • INAPROC Katalog
  • _INAPROC Katalog Pariwara
  • _INAPROC Katalog Banner
  • _INAPROC Katalog Elektronik Iklan Online
Kabar Aceh

BARBEQUE

  • Home
  • Aceh
  • Ekbis
  • Hukum
  • Inforial
  • Nasional
  • Parlementaria
  • Politik
  • Beranda
  • Ekbis

IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI

Redaksi
Redaksi
6/09/2026
  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:
Ilustrasi (KabarAceh.co/AI)

JAKARTA - Pasar saham Indonesia mendadak bergairah ketika banyak pelaku pasar justru sedang bersiap menghadapi tekanan yang lebih besar. Pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 7,57 persen dan ditutup di level 5.746. Lonjakan itu menjadi salah satu penguatan harian terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Reli tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Bank Indonesia mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Keputusan yang secara teori dapat menekan pertumbuhan ekonomi itu justru disambut positif oleh investor.

Layar perdagangan di Bursa Efek Indonesia sepanjang hari dipenuhi warna hijau. Sebanyak 708 saham menguat, hanya 99 saham yang melemah, sementara 152 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp27,8 triliun dengan volume perdagangan 41,73 miliar saham.

Penguatan indeks terutama ditopang saham-saham berkapitalisasi besar yang selama beberapa bulan terakhir menjadi sasaran aksi jual investor. Saham perbankan memimpin reli.

Saham BBCA naik 6,19 persen menjadi Rp5.150 per saham. Saham BBRI menguat 7,72 persen ke level Rp2.790. Sementara BMRI melonjak 10,24 persen menjadi Rp4.090.

Di luar sektor perbankan, saham BREN mencatat kenaikan hampir 14 persen. Adapun saham DCII ikut bergerak positif meski lebih moderat.

Kenaikan tajam tersebut memberi napas bagi investor yang selama beberapa bulan terakhir menyaksikan pasar saham Indonesia berada dalam tekanan. Namun, jika melihat angka yang lebih besar, euforia itu belum cukup untuk menghapus luka yang ditinggalkan pasar.

Dalam sepekan terakhir, IHSG masih terkoreksi 6,21 persen. Dalam satu bulan, indeks terpangkas 17,54 persen. Bahkan sejak awal tahun, penurunan mencapai 33,54 persen.

Angka itu mencerminkan betapa berat tekanan yang dihadapi pasar keuangan domestik sepanjang 2026.

Nilai tukar rupiah masih bertahan di sekitar Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Investor asing terus mengurangi eksposurnya terhadap aset Indonesia. Pada perdagangan Senin sehari sebelumnya, investor global membukukan jual bersih Rp447 miliar. Secara kumulatif sejak Januari, dana asing yang keluar dari pasar saham telah mencapai Rp61,8 triliun.

Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai lonjakan sejumlah saham unggulan belum dapat dianggap sebagai sinyal berakhirnya tren bearish yang membayangi IHSG sejak awal tahun.

Menurut dia, penguatan yang terjadi lebih mencerminkan munculnya kantong-kantong peluang yang diburu investor di tengah krisis kepercayaan terhadap pasar secara keseluruhan.

“Selama arus keluar dana asing masih besar, rupiah belum stabil, dan suku bunga global masih bertahan tinggi, reli pada saham-saham tertentu kemungkinan akan berlangsung lebih selektif dan tidak serta-merta menjadi sinyal bahwa tren bearish IHSG telah berakhir,” kata Hendra.

Ia melihat koreksi tajam yang terjadi sejak awal tahun merupakan proses penyesuaian harga atau *repricing risk* terhadap aset-aset Indonesia. Investor menuntut premi risiko yang lebih tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian global.

Konflik geopolitik di Timur Tengah, tingginya suku bunga Amerika Serikat, serta kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional menjadi kombinasi faktor yang membebani pasar.

Di tengah situasi tersebut, Bank Indonesia memilih mengambil langkah yang lebih agresif. Dewan Gubernur BI memutuskan menaikkan BI Rate menjadi 5,50 persen guna memperkuat stabilitas rupiah yang terus berada dalam tekanan.

Bank sentral menilai pelemahan mata uang domestik berlangsung lebih dalam dari perkiraan akibat kombinasi gejolak global, meningkatnya permintaan valuta asing di dalam negeri, dan keluarnya dana asing dari pasar portofolio.

Kenaikan suku bunga juga dimaksudkan untuk menjaga sasaran inflasi 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran 2,5 persen plus minus satu persen.

Selain menaikkan BI Rate, Bank Indonesia turut meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik dan menyiapkan berbagai insentif untuk menarik kembali aliran modal asing ke pasar Indonesia.

Bagi pelaku pasar, pesan yang ingin disampaikan bank sentral cukup jelas: menjaga stabilitas rupiah kini menjadi prioritas utama.

Pertanyaannya, apakah reli Selasa ini menandai titik balik pasar saham Indonesia?

Jawabannya tampaknya masih terlalu dini. Lonjakan IHSG menunjukkan investor menyambut positif ketegasan Bank Indonesia dalam mempertahankan stabilitas ekonomi. Namun selama tekanan eksternal belum mereda dan dana asing masih terus meninggalkan pasar, jalan menuju pemulihan penuh masih akan dipenuhi volatilitas.

Setidaknya untuk sehari, pasar menemukan alasan untuk kembali optimistis. Namun bagi investor, ujian sesungguhnya baru akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, ketika efektivitas kebijakan Bank Indonesia mulai diuji oleh pergerakan rupiah, arus modal asing, dan kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi nasional.
Tag:
  • Ekbis
Bagikan:
Redaksi
Redaksi
Kabar Aceh merupakan situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh
Follow me on: Facebook
Berita Terkait
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
Berita Terbaru
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
  • IHSG Melonjak 7,57 Persen, Pasar Menyambut Kenaikan Suku Bunga BI
Tampilkan lebih banyak

Pasang Iklan Disini
Terpopuler
  • HET Minyakita Segera Naik, Pemerintah Tunggu Harga CPO Stabil

  • Desa Blang Kubu Gandapura Sosialisasi SE Bupati Bireuen dan Edukasi Vaksinasi Covid-19

  • Menaker: Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik

  • Ayahwa Tinjau Huntara Rusak di Langkahan, Pemkab Aceh Utara Percepat Penanganan Pascabencana

  • Santunan untuk Korban Banjir, Bupati Aceh Utara Pastikan Negara Hadir di Tengah Duka

KABAR Sponsor
Artikel Lainnya
Kabar Aceh
Kabar Aceh adalah situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh.

Contact us: kabaraceh.id@gmail.com
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Sitemap
  • Karir
Copyright © 2019 - , Kabar Aceh. All right reserved