BANDA ACEH — Pemerintah Aceh kembali menggulirkan program mudik gratis menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Program tahunan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya yang memberatkan.
Di tengah kondisi pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, kebijakan ini menjadi jawaban atas kebutuhan riil masyarakat. Banyak warga yang terdampak secara ekonomi, sehingga biaya transportasi menjadi kendala utama untuk berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.
Atas arahan langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, program ini dirancang lebih luas dengan cakupan layanan yang menjangkau berbagai daerah di Aceh. Pemerintah tidak hanya memfasilitasi perjalanan, tetapi juga memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama.
Sebanyak 25 rute perjalanan disiapkan dalam program mudik gratis tahun ini. Rinciannya, 18 rute darat dilayani oleh armada bus dan Hiace yang menghubungkan wilayah-wilayah utama di Aceh. Sementara itu, 7 rute lainnya melayani jalur laut dan penyeberangan, menjangkau kawasan kepulauan dan daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Aceh dengan Kementerian Perhubungan, BUMN, BUMD, serta pihak swasta. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam memastikan kelancaran pelaksanaan mudik, sekaligus memperkuat pelayanan publik yang inklusif dan merata.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, Sabtu 28 Februari 2026, menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan mengurangi biaya perjalanan masyarakat, tetapi juga menjamin keselamatan selama perjalanan mudik.
Menurut dia, berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan. Salah satu langkah penting adalah inspeksi keselamatan atau rampcheck terhadap armada angkutan umum yang akan digunakan.
“Personil Dishub Aceh bersama Ditlantas Polda Aceh, BPTD Kemenhub, dan Jasa Raharja terus melakukan rampcheck untuk memastikan angkutan lebaran tahun ini berjalan aman dan selamat,” ujar Teuku Faisal.
Pemeriksaan tersebut mencakup kelayakan teknis kendaraan, kondisi pengemudi, hingga kelengkapan administrasi. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan standar pelayanan terpenuhi.
Pendaftaran mudik gratis dijadwalkan dibuka pada pekan keempat Februari 2026 dan dilakukan secara daring. Sementara itu, keberangkatan peserta mudik direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Maret 2026, atau beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Masyarakat dapat memantau informasi terkait jadwal, rute, dan mekanisme pendaftaran melalui kanal resmi Dinas Perhubungan Aceh. Pemerintah berharap partisipasi masyarakat tetap tertib dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Lebih dari sekadar layanan transportasi, program mudik gratis ini menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap warganya. Di tengah berbagai tantangan, terutama pascabencana, Pemerintah Aceh berupaya memastikan bahwa tradisi pulang kampung tetap dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan langkah ini, pemerintah ingin menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat—bahwa dalam perjalanan pulang menuju kampung halaman, negara hadir, mengawal, dan memastikan setiap warga sampai dengan selamat. [Adv]

