Banda Aceh — Pemerintah Aceh menunjukkan komitmen penuh dalam memastikan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi, terutama menjelang bulan suci Ramadhan. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Fase Transisi Pemulihan di Posko Terpadu, Kantor Gubernur Aceh, Senin (9/2).
Rapat koordinasi ini diikuti secara langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, serta berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan bencana. Sementara itu, para bupati dan wali kota se-Aceh mengikuti rapat secara daring melalui Zoom untuk memastikan koordinasi tetap optimal.
Dalam arahannya, Wagub Fadhlullah menekankan perlunya persiapan matang oleh seluruh pemerintah kabupaten dan kota, khususnya di wilayah terdampak bencana. “Persiapan ini penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, tanpa terganggu oleh keterbatasan pasokan dan fasilitas,” ujar Fadhlullah.
Fokus Pada Kesiapan Infrastruktur dan Tradisi Meugang
Beberapa poin utama yang dibahas meliputi kesiapan infrastruktur dasar, termasuk jalan, jembatan, dan jaringan listrik. PT PLN juga diminta memastikan pasokan listrik aman dan lancar di seluruh wilayah terdampak. Selain itu, momentum tradisi meugang menjadi perhatian utama. Sejumlah kabupaten dan kota telah mengajukan permohonan bantuan sapi meugang kepada Presiden Republik Indonesia, yang telah disetujui khusus untuk desa-desa terdampak bencana.
“Bantuan akan direalisasikan melalui transfer dana dari pemerintah pusat langsung ke pemerintah kabupaten dan kota untuk pembelian sapi meugang. Ini bentuk perhatian negara terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana sekaligus menjaga kelangsungan tradisi meugang,” jelas Wagub.
Wagub Fadhlullah juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar secara terbuka menyampaikan berbagai kebutuhan maupun kendala yang dihadapi menjelang Ramadhan. “Semua persoalan akan dicatat dan dicarikan solusi secara bersama. Ini bagian dari semangat kolaborasi Pemerintah Aceh demi kepentingan masyarakat,” imbuhnya.
Langkah ini sejalan dengan strategi Pemerintah Aceh untuk mempercepat fase transisi pemulihan pascabencana, memastikan setiap bantuan dan program tepat sasaran, dan menghadirkan kepastian bagi warga terdampak. Dengan koordinasi yang matang, Pemerintah Aceh menegaskan bahwa masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh keyakinan dan ketenangan. [Adv]

