SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS
  • KABAR Kategori
  • _Hukum
  • _Politik
  • _Parlementaria
  • _Inforial
  • _Nasional
  • _Ekbis
  • _News
  • _Sport
  • _Pemerintah Aceh
  • _Index
  • KABAR Daerah
  • _Lhokseumawe
  • _Aceh Utara
  • _Bireuen
  • _Banda Aceh
  • _Pidie
  • _Simeulue
  • KABAR Redaksi
  • _Redaksi
  • _Siber
  • _Kode Etik
  • _Iklan
  • _INAPROC Katalog Pariwara
  • _INAPROC Katalog Banner
  • _INAPROC Katalog Elektronik Iklan Online
  • KABAR Layanan
  • _For Your Business
  • _Pasang Mata
Kabar Aceh

BARBEQUE

  • Home
  • Hukum
  • Politik
  • Parlementaria
  • Inforial
  • Nasional
  • Ekbis
  • News
  • Sport
  • Beranda
  • Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana

Redaksi
Redaksi
2/11/2026
  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

BANDA ACEH — Di Aceh, meugang bukan sekadar tradisi. Ia adalah penanda kebersamaan, awal dari suasana religius yang mengiringi datangnya Ramadan. Namun, tahun ini, tradisi itu nyaris teredam oleh bayang-bayang bencana.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Aceh bergerak cepat. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf—akrab disapa Mualem—mengupayakan agar masyarakat tetap dapat menjalankan tradisi meugang seperti biasa, meski sedang berada dalam fase pemulihan pascabencana hidrometeorologi dan gempa.

Upaya itu kini berbuah hasil. Pemerintah pusat melalui Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, merespons permohonan tersebut dengan menyalurkan dana bantuan kemasyarakatan untuk pembelian sapi meugang di 19 kabupaten/kota terdampak.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden merespons dengan cepat permintaan masyarakat Aceh. Bantuan dana untuk pembelian sapi meugang telah ditransfer langsung ke daerah,” kata Mualem, Rabu (11/2).

Bagi Pemerintah Aceh, bantuan ini bukan sekadar angka dalam laporan anggaran. Ia menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang berjuang bangkit. Mualem menegaskan, permohonan bantuan tersebut disampaikan setelah ia melihat langsung dampak kerusakan di lapangan serta mempertimbangkan kedekatan waktu dengan Ramadan.

Di Aceh, meugang memiliki makna sosial yang kuat. Tradisi ini menjadi ruang berbagi, di mana daging dibagikan dan dinikmati bersama keluarga, termasuk bagi mereka yang selama ini jarang merasakan konsumsi daging.

Karena itu, menjaga tradisi ini tetap berlangsung di tengah krisis menjadi bagian dari upaya memulihkan psikologis masyarakat.

Bantuan yang disalurkan pemerintah pusat, atas arahan Presiden, langsung ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) masing-masing kabupaten/kota. Mekanisme ini dirancang untuk mempercepat realisasi sekaligus memastikan fleksibilitas pemerintah daerah dalam pelaksanaan teknis.

Gubernur Aceh pun menginstruksikan para bupati dan wali kota agar segera merealisasikan pembelian sapi sesuai alokasi dana yang diterima. Ia menekankan pentingnya distribusi yang merata, tertib, dan tepat sasaran.

Prioritas diberikan kepada warga terdampak bencana serta masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian—mereka yang paling membutuhkan kehadiran negara dalam bentuk nyata.

Penyaluran bantuan ditargetkan rampung paling lambat satu hari sebelum Ramadan 1447 Hijriah. Tenggat waktu ini menjadi krusial, mengingat meugang dilaksanakan tepat menjelang masuknya bulan suci.

Lebih dari sekadar bantuan ekonomi, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemulihan sosial. Di tengah keterbatasan akibat bencana, menjaga tradisi berarti menjaga harapan.

Mualem berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menghadirkan kebahagiaan di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.

Di Aceh, Ramadan selalu dimulai dengan meugang. Dan tahun ini, di balik setiap potong daging yang terbagi, tersimpan cerita tentang kolaborasi, kepedulian, dan upaya menjaga martabat masyarakat di tengah cobaan.  [Adv]

Tag:
  • Pemerintah Aceh
Bagikan:
Redaksi
Redaksi
Kabar Aceh merupakan situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh
Follow me on: Facebook
Berita Terkait
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
Berita Terbaru
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
  • Pemerintah Aceh Pastikan Tradisi Meugang Tetap Terjaga di Tengah Pemulihan Pascabencana
Tampilkan lebih banyak
Terpopuler
  • Misteri di Parit Peudada Terbongkar: Dua Remaja Tewas Bukan Karena Kecelakaan

  • Sebanyak 99 Calon Ketua DPC PKB se-Aceh Uji Kelayakan dan Kepatutan

  • Dari Mimbar Ujong Kareung, Seruan untuk Pemuda Kembali ke Masjid

  • 7 Alasan Sepatu Saucony Endorphin Layak Dibeli di Harga 2 Jutaan

  • DPRA Sebut Revisi UUPA Dibahas di Baleg, Dana Otsus Jadi Fokus




Designed by Kabar Aceh
KABAR Sponsor
Artikel Lainnya
Ad
Ad
Kabar Aceh
Kabar Aceh adalah situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh.

Contact us: kabaraceh.id@gmail.com
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Sitemap
  • Karir
Copyright © 2019 - , Kabar Aceh. All right reserved