SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS
  • KABAR Kategori
  • _Hukum
  • _Politik
  • _Parlementaria
  • _Inforial
  • _Nasional
  • _Ekbis
  • _News
  • _Sport
  • _Pemerintah Aceh
  • _Index
  • KABAR Daerah
  • _Lhokseumawe
  • _Aceh Utara
  • _Bireuen
  • _Banda Aceh
  • _Pidie
  • _Simeulue
  • KABAR Redaksi
  • _Redaksi
  • _Siber
  • _Kode Etik
  • _Iklan
  • _INAPROC Katalog Pariwara
  • _INAPROC Katalog Banner
  • _INAPROC Katalog Elektronik Iklan Online
  • KABAR Layanan
  • _For Your Business
  • _Pasang Mata
Kabar Aceh

BARBEQUE

  • Home
  • Hukum
  • Politik
  • Parlementaria
  • Inforial
  • Nasional
  • Ekbis
  • News
  • Sport
  • Beranda
  • Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah

Bphat Umar
Bphat Umar
1/23/2026
  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

BANDA ACEH - Ruang rapat di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis, 22 Januari 2026, dipenuhi pembahasan yang tak hanya menyangkut gizi, tetapi juga arah ekonomi daerah. Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir menegaskan satu hal penting: program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menjadi penggerak ekonomi lokal.

Dalam rapat koordinasi bersama jajaran Badan Gizi Nasional regional, koordinator wilayah, hingga satuan tugas kabupaten/kota, pemerintah daerah memetakan peluang besar yang muncul dari program tersebut. Bagi Aceh, MBG bukan sekadar intervensi sosial, melainkan instrumen ekonomi yang potensial.

Hingga saat ini, ratusan dapur MBG telah terbentuk dan jumlahnya terus bertambah. Targetnya ambisius—lebih dari 900 dapur akan beroperasi di seluruh Aceh. Jika terealisasi, perputaran anggaran diperkirakan mencapai Rp7 triliun.

Angka itu, menurut M. Nasir, tidak boleh mengalir keluar daerah. Ia menekankan pentingnya memastikan belanja bahan baku dilakukan di dalam Aceh, bukan bergantung pada pasokan dari luar provinsi.

“Distribusi harus lancar, tapi yang lebih penting stok bahan baku tersedia di daerah,” ujarnya. “Jangan sampai beli ke luar Aceh.”

Pernyataan tersebut mencerminkan strategi yang lebih luas: menahan perputaran uang agar tetap berada di dalam ekonomi lokal. Jika minimal 70 persen kebutuhan bahan baku dipenuhi dari dalam daerah, sekitar Rp5 triliun dana diproyeksikan akan beredar di Aceh.

Dampaknya tidak kecil. Permintaan bahan pangan akan meningkat, membuka peluang bagi petani, peternak, dan pelaku usaha lokal untuk memperluas produksi. Rantai pasok lokal pun berpotensi tumbuh lebih kuat.

Namun peluang itu datang dengan tanggung jawab. M. Nasir meminta pemerintah kabupaten/kota memastikan ketersediaan pasokan di wilayah masing-masing. Tanpa kesiapan produksi, potensi ekonomi tersebut sulit diwujudkan.

Ia juga menginstruksikan dinas teknis untuk bergerak aktif mendorong masyarakat meningkatkan produksi—baik melalui penanaman sayur-mayur maupun pengembangan sektor peternakan. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga kesinambungan pasokan.

“Ini bukan cerita kosong, uangnya sudah ada di MBG,” tegasnya, menandaskan bahwa peluang tersebut bersifat nyata dan siap dimanfaatkan.

Dalam kerangka yang lebih luas, optimalisasi belanja bahan baku lokal menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor riil, daya beli masyarakat diharapkan ikut terdongkrak.

Program MBG, dengan demikian, tidak hanya menjawab kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Dari dapur-dapur yang tersebar di seluruh Aceh, sebuah ekosistem ekonomi lokal mulai dibangun.

Di tengah upaya itu, Pemerintah Aceh menempatkan satu prinsip utama: bahwa setiap rupiah yang beredar harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat setempat. Sebuah pendekatan yang mengubah program sosial menjadi mesin penggerak ekonomi. [Adv]
Tag:
  • Pemerintah Aceh
Bagikan:
Bphat Umar
Bphat Umar
The Atjeh Net merupakan Portal berita online, dengan tagline #1 Media Beragam Informasi
Follow me on: Facebook
Berita Terkait
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
Berita Terbaru
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
  • Sekda Aceh Dorong MBG Jadi Motor Ekonomi Lokal, Fokus pada Bahan Baku Daerah
Tampilkan lebih banyak
Terpopuler
  • Ultimatum Keras! APDESI Bireuen Tak Akan Ampuni Oknum LSM yang Tekan Keuchiek!

  • Soroti Ketimpangan Hunian Korban Bencana, Ruslan Minta Sinkronisasi Pusat dan Daerah

  • Lantik 8 Pejabat, Bupati Bireuen: Tak Mampu Penuhi Target Diganti

  • Surya Dharma Kritik Pernyataan Bupati Bireuen: Jangan Berlindung di Balik Pusat, Ini Kewajiban Daerah

  • HRD Ketua PKB Aceh, ini Susunan Pengurus DPW yang Dilantik Cak Imin

KABAR Sponsor
Artikel Lainnya
Ad
Ad
Kabar Aceh
Kabar Aceh adalah situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh.

Contact us: kabaraceh.id@gmail.com
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Sitemap
  • Karir
Copyright © 2019 - , Kabar Aceh. All right reserved