SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS
  • KABAR Kategori
  • _Hukum
  • _Politik
  • _Parlementaria
  • _Inforial
  • _Nasional
  • _Ekbis
  • _News
  • _Sport
  • _Pemerintah Aceh
  • _Index
  • KABAR Daerah
  • _Lhokseumawe
  • _Aceh Utara
  • _Bireuen
  • _Banda Aceh
  • _Pidie
  • _Simeulue
  • KABAR Redaksi
  • _Redaksi
  • _Siber
  • _Kode Etik
  • _Iklan
  • _INAPROC Katalog Pariwara
  • _INAPROC Katalog Banner
  • _INAPROC Katalog Elektronik Iklan Online
  • KABAR Layanan
  • _For Your Business
  • _Pasang Mata
Kabar Aceh

BARBEQUE

  • Home
  • Hukum
  • Politik
  • Parlementaria
  • Inforial
  • Nasional
  • Ekbis
  • News
  • Sport
  • Beranda
  • Pemerintah Aceh

Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana

Bphat Umar
Bphat Umar
1/16/2026
  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

JAKARTA - Ruang rapat di Gedung Sasana Bhakti Praja itu dipenuhi para pengambil kebijakan lintas sektor. Kamis, 15 Januari 2026, menjadi titik temu antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan arah besar pemulihan wilayah Sumatra pascabencana. Di antara para kepala daerah yang hadir, Gubernur Aceh Muzakir Manaf—yang akrab disapa Mualem—mengambil posisi strategis, membawa suara dan kebutuhan Aceh ke forum nasional.

Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra itu dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Forum tersebut diikuti oleh jajaran kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Sejumlah menteri koordinator turut hadir, di antaranya Pratikno, Muhaimin Iskandar, serta Agus Harimurti Yudhoyono. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pemulihan pascabencana bukan sekadar agenda sektoral, melainkan kerja lintas bidang yang terintegrasi.

Dalam pembukaan rapat, Pratikno menggarisbawahi dasar hukum pembentukan Satgas melalui Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026. Ia menekankan satu prinsip utama: membangun kembali dengan standar yang lebih baik dan lebih tangguh. Bukan sekadar memulihkan kondisi lama, melainkan memperbaiki kualitas sistem yang ada.

Satgas ini dirancang sebagai simpul koordinasi nasional. Tugasnya mencakup pengawasan lintas kementerian, sinkronisasi program, hingga pelaporan berkala kepada Presiden dan Wakil Presiden. Mekanisme pelaporan yang ketat—dua bulanan untuk tingkat strategis dan bulanan untuk pelaksana—menjadi indikator bahwa pemerintah ingin memastikan tidak ada jeda dalam proses pemulihan.

Sebagai Ketua Satgas, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya konsistensi koordinasi. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kecepatan eksekusi di lapangan.

Di tengah arus pembahasan itu, perhatian khusus juga diarahkan pada sektor pendidikan. Pemerintah menetapkan prioritas percepatan relokasi sekolah yang rusak berat, pembangunan fasilitas tahan bencana, serta pelaksanaan program padat karya melalui skema *cash for work*. Selain itu, dukungan terhadap tenaga pengajar dan penguatan pendidikan kebencanaan menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang.

Namun bagi Muzakir Manaf, tantangan di lapangan masih menyisakan sejumlah pertanyaan mendasar. Dalam forum tersebut, ia secara terbuka meminta kejelasan mengenai skema penanganan pascabencana yang kini dikoordinasikan oleh Satgas nasional.

Ia menyoroti fase krusial yang tengah dihadapi Aceh: masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Menurutnya, belum semua wilayah terdampak tertangani secara tuntas, sementara kebutuhan untuk segera menetapkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) semakin mendesak.

“Kami khawatir jika memasuki masa transisi, dukungan nasional justru berkurang, padahal kebutuhan di lapangan masih tinggi,” ujar Mualem, menggambarkan kegelisahan yang muncul di tengah proses pemulihan yang belum sepenuhnya rampung.

Kekhawatiran itu semakin relevan menjelang datangnya bulan Ramadhan, ketika kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan. Dalam konteks ini, stabilitas distribusi logistik menjadi faktor krusial.

Pemerintah Aceh, kata Mualem, telah mengambil sejumlah langkah adaptif selama masa tanggap darurat. Salah satunya adalah kebijakan pembebasan barcode di SPBU guna memperlancar distribusi bahan bakar. Kebijakan ini terbukti mampu mencegah antrean panjang dan menjaga mobilitas masyarakat.

Selain itu, operasional Seksi 1 Jalan Tol Sigli–Banda Aceh selama masa darurat juga memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus barang dan orang di wilayah terdampak. Infrastruktur menjadi tulang punggung yang memastikan aktivitas ekonomi tetap bergerak.

Mualem berharap kebijakan-kebijakan tersebut tidak dihentikan secara tiba-tiba saat memasuki masa transisi. Baginya, kesinambungan kebijakan adalah kunci agar proses pemulihan berjalan stabil hingga Aceh benar-benar pulih.

Dalam pandangannya, pemulihan Aceh harus dimulai dari sektor ekonomi dan infrastruktur. Kedua sektor ini dinilai sebagai penggerak utama yang akan menghidupkan kembali aktivitas masyarakat. Sementara sektor perumahan dan sosial, menjadi fondasi untuk membangun kembali rasa aman dan harapan.

Di forum nasional itu, suara Aceh terdengar lugas: pemulihan bukan sekadar proyek, melainkan proses panjang yang membutuhkan konsistensi, kejelasan arah, dan dukungan berkelanjutan. Dan di tengah dinamika tersebut, peran gubernur menjadi penting—sebagai jembatan antara kebutuhan daerah dan kebijakan pusat. [Adv]

Tag:
  • Pemerintah Aceh
Bagikan:
Bphat Umar
Bphat Umar
The Atjeh Net merupakan Portal berita online, dengan tagline #1 Media Beragam Informasi
Follow me on: Facebook
Berita Terkait
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
Berita Terbaru
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
  • Mualem di Pusat Koordinasi Nasional: Menjaga Arah Pemulihan Aceh Pascabencana
Tampilkan lebih banyak
Terpopuler
  • Misteri di Parit Peudada Terbongkar: Dua Remaja Tewas Bukan Karena Kecelakaan

  • Sebanyak 99 Calon Ketua DPC PKB se-Aceh Uji Kelayakan dan Kepatutan

  • Dari Mimbar Ujong Kareung, Seruan untuk Pemuda Kembali ke Masjid

  • 7 Alasan Sepatu Saucony Endorphin Layak Dibeli di Harga 2 Jutaan

  • DPRA Sebut Revisi UUPA Dibahas di Baleg, Dana Otsus Jadi Fokus




Designed by Kabar Aceh
KABAR Sponsor
Artikel Lainnya
Ad
Ad
Kabar Aceh
Kabar Aceh adalah situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh.

Contact us: kabaraceh.id@gmail.com
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Sitemap
  • Karir
Copyright © 2019 - , Kabar Aceh. All right reserved