Notification

×

Iklan

GA Adsense

FAKSI Desak Bupati Aceh Timur, Segera Hentikan Bimtek Keuchik

9 Sep 2020 | 20.35 WIB Last Updated 2020-10-25T23:53:10Z
Ketua FAKSI Aceh Ronny Hariyanto

KABAR ACEH | Aceh Timur- Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, kembali menyuarakan kritik tajam dan mengultimatum Bupati Aceh Timur, H.Hasballah M.Thaib, SH, Alias Rocky, untuk menghentikan kegiatan lanjutan Bimtek di salah satu hotel megah di Idi Rayeuk, yang diduga bakal menggunakan miliaran dana desa, dengan peserta terdiri dari geuchik dan sejumlah aparat desa di Aceh Timur.

Padahal secara nasional, Indonesia saat ini sedang kewalahan menghadapi pandemi Covid 19, dan sedang bersiap - siap berada di pinggir jurang resesi ekonomi yang menganga.

"Kita kembali mendesak Bupati Rocky, menggunakan hati nurani dan kekuasaannya, menghentikan kegiatan Bimtek lanjutan itu, saat ini desa lebih butuh uang untuk kepentingan rakyat miskin dan kepentingan mendesak lainnya di masa pandemi ini, kata Ronny, Selasa (8/9/2020).

Menurut eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu, kegiatan Bimtek yang ditaksir bakal menghabiskan milyaran dana desa di Aceh Timur itu, sangat terkesan dipaksakan, meskipun telah menyebabkan penolakan dari berbagai kalangan, agar kegiatan itu dihentikan.

"Sekolah aja hampir setahun diliburkan, jadi sekolah online, bahkan siswa miskin enggak punya Hp dan paket internet buat belajar,  ini koq malah mengadakan bimtek berhari - hari di hotel, menghabiskan dana desa miliaran lagi, apa enggak ajaib itu," ketus Ronny.

"Ini sangat janggal dan jelas sekali terkesan dipaksakan, padahal pada kegiatan sebelumnya, sudah mendapatkan penolakan keras dari berbagai kalangan masyarakat, tapi masih juga dilanjutkan, ada apa ini, kenapa para elit di Aceh Timur ini diam saja, jangan sampai kemarahan masyarakat memuncak," tandas putera Idi Rayeuk berdarah Aceh-Minang itu.

Dia menduga, kegiatan itu didalangi kepentingan pihak tertentu yang ingin mengeruk keuntungan sebesar - besarnya dengan mengabaikan fungsi atau peruntukan dana desa yang sebenarnya.

"Dana desa dari berbagai desa dihimpun untuk suatu kegiatan, lalu diduga akhirnya nantinya bakal menjadi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu, ini kan aneh, dan diduga melenceng dari tujuan awal peruntukan dana desa tadi, apa hubungan dan untungnya Bimtek di hotel megah itu dengan kondisi masyarakat saat ini, khususnya rakyat miskin, sedangkan desa dan dinas sosial saja masih ngos - ngosan memenuhi bantuan untuk masyarakat miskin," ketus Ronny.

Dia mengungkapkan bahwa kemungkinan besar dalam beberapa hari kedepan, pihaknya benar - benar akan melakukan aksi demonstrasi bersama sejumlah elemen sipil di Aceh Timur.

"Teman - teman sudah siap dan tidak sabar lagi untuk aksi, karena merasa suara mereka diabaikan selama ini, kemungkinan kami akan menggelar aksi melibatkan massa rakyat miskin desa, yang lain boleh ikut, yang penting benar - benar berjuang demi kepentingan rakyat serta menyelamatkan Aceh Timur, dan tentunya  wajib Anti Suap," pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.

Sebelumnya Bimtek tahap awal yang melibatkan ratusan aparat desa telah digelar di sebuah hotel di Idi Rayeuk, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp.5 juta per peserta, sedangkan setiap desa diwajibkan ikut serta empat orang aparat desa terdiri dari geuchik, sekdes, tuha peut dan bendahara desa. Artinya setiap desa bakal menghabiskan dana desa sebesar Rp.20 juta untuk biaya pendaftaran, sementara kegiatan tersebut menargetkan seluruh desa yang berjumlah sekitar 513 desa di Aceh Timur. Kegiatan itu sendiri dikabarkan akan dilanjutkan esok hari. [REL]
×
Berita Terbaru Update