KABAR ACEH|Bireuen- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Kabupaten Bireuen di halaman Kantor Pusat Pemerintahan setempat, Senin (12/10/2026), berlangsung penuh makna. Tidak sekadar menjadi ajang memperingati kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, menebarkan kepedulian, dan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim.
Salah satu momen yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pemberian santunan kepada 200 anak yatim. Dana santunan itu bersumber dari gaji Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, selama periode 2024- hingga 2026.
Berdasarkan keterangan Humas Pemkab Bireuen di sela-sela acara, santunan tersebut merupakan wujud kepedulian Bupati terhadap anak-anak yatim di Kabupaten Bireuen.
Pemberian santunan ini menjadi bagian penting dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di tengah suasana penuh kebersamaan, kegiatan tersebut menghadirkan pesan bahwa peringatan hari kelahiran Rasulullah bukan hanya tentang mengenang perjalanan hidup beliau, tetapi juga mengamalkan ajaran dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui kepedulian terhadap sesama.
Acara tersebut dihadiri Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST, bersama istri, Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, MT, bersama istri, Wali Kota Sabang, Wali Kota Bener Meriah, Bupati Bener Meriah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Sebelum menghadiri peringatan Maulid Nabi, para tamu undangan terlebih dahulu mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu. Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai keislaman, persaudaraan, dan kepedulian sosial kembali ditegaskan sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak hanya dikenang dalam setiap peringatan Maulid, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menyantuni anak yatim, membantu sesama, dan memperkuat rasa kebersamaan.
Pemerintah Kabupaten Bireuen diharapkan terus menjadikan momentum keagamaan sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi demi terwujudnya Bireuen yang religius, peduli, dan semakin gemilang. [Sofyan_SR]

