SMKN 1 Gandapura Raih Penghargaan Perdana di Ajang UKS Bireuen
KABAR ACEH | Bireuen- Upaya SMK Negeri 1 Gandapura membangun lingkungan pendidikan yang sehat berbuah hasil. Sekolah tersebut berhasil meraih juara pertama Lomba Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah/Dayah (UKS/M/D) tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bireuen tahun 2026.
Penghargaan itu menjadi catatan prestasi pertama bagi SMKN 1 Gandapura dalam ajang Lomba UKS tingkat Kabupaten Bireuen. Capaian tersebut sekaligus menjadi apresiasi atas berbagai program kesehatan dan lingkungan yang selama ini dijalankan secara melibatkan warga sekolah.
Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan, S.Si, M.Pd, menyebut keberhasilan tersebut tidak lahir dari satu program saja. Menurutnya, seluruh unsur sekolah berperan dalam menjalankan program yang berorientasi pada pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan penciptaan lingkungan sekolah yang sehat.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh warga sekolah. Kami berupaya menerapkan Trias UKS secara konsisten dalam kegiatan sehari-hari,” kata Feri kepada kabaraceh.co, Jumat (2/10/2026).
Hasil lomba tersebut ditetapkan melalui pengumuman Nomor 441/14/2026 tentang penetapan pemenang Lomba UKS/M/D Kabupaten Bireuen 2026. Dalam pengumuman itu, SMAN 1 Bireuen berada di posisi kedua, disusul MAN 1 Bireuen sebagai juara ketiga. Sementara SMKN 1 Bireuen ditetapkan sebagai juara harapan pertama.
Proses penilaian sendiri dilakukan pada 15 September 2026. Saat tim penilai datang, pihak sekolah memperkenalkan sejumlah kegiatan unggulan yang menjadi bagian dari program UKS, termasuk pameran aneka rempah khas Aceh.
Feri menjelaskan, penilaian mencakup berbagai sisi pengelolaan sekolah. Tidak hanya persoalan kebersihan halaman dan ruang belajar, tim juga melihat kondisi kantin, ketersediaan air bersih, musala, sanitasi, penghijauan, serta fasilitas ruang UKS.
“Administrasi UKS, ketersediaan obat-obatan, pelayanan kesehatan bagi siswa dan guru, serta kerja sama dengan Puskesmas Jeunieb dan sejumlah pihak terkait juga menjadi bagian dari penilaian,” jelasnya.
Di sisi lain, SMKN 1 Gandapura memberikan ruang cukup besar bagi siswa untuk terlibat langsung dalam menjaga lingkungan sekolah. Siswa ditempatkan dalam sejumlah divisi dan satuan kerja yang menangani berbagai bidang, mulai dari UKS, bakti sekolah, kantin, rumah kaca (greenhouse), kamar mandi, taman, tanaman buah hingga tanaman obat keluarga (TOGA).
Program tersebut kemudian diarahkan tidak sekadar sebagai persiapan mengikuti perlombaan. Aktivitas siswa di berbagai bidang itu menjadi bagian dari pembiasaan sehari-hari agar mereka memahami pentingnya kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
“Siswa dibiasakan menjaga kebersihan, memilah dan mengolah sampah, merawat tanaman, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Atas capaian tersebut, Feri mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program sekolah. Ia menyebut siswa, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, Puskesmas Gandapura, serta unsur Muspika setempat sebagai bagian penting dari keberhasilan tersebut.
Menurutnya, penghargaan yang diraih tahun ini diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian dalam sebuah perlombaan. Budaya hidup bersih dan sehat yang telah dibangun di lingkungan sekolah diharapkan terus dipertahankan dan dikembangkan.
“Semoga prestasi ini semakin memotivasi seluruh warga sekolah untuk mempertahankan budaya hidup bersih dan sehat, meningkatkan prestasi belajar siswa, serta menjadikan SMKN 1 Gandapura sebagai sekolah pilihan masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap program yang dijalankan sekolah dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan ikut mendukung terwujudnya Gandapura yang sehat, cerdas, dan sejahtera. [SR]
