![]() |
| H. Ilmiza Saaduddin Djamal, MBA |
KABAR ACEH CO — Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ilmiza Saaduddin Djamal, meminta pengadaan Al-Qur’an dan kitab untuk dayah dengan anggaran sekitar Rp52 miliar disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Ilmiza mengatakan paket pengadaan tersebut baru ditayangkan sehingga masih harus melewati tahapan sesuai ketentuan dan mekanisme pengadaan pemerintah.
“Paket tersebut baru ditayangkan. Artinya, masih ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sesuai dengan ketentuan dan mekanisme pengadaan pemerintah,” kata Ilmiza, Kamis, 10 September 2026.
Menurut dia, Dinas Pendidikan Dayah Aceh perlu melibatkan pimpinan dayah dalam menentukan kebutuhan. Mereka dinilai lebih mengetahui jenis dan jumlah Al-Qur’an serta kitab yang diperlukan di masing-masing dayah.
“Saya berharap Dinas Pendidikan Dayah Aceh nantinya dapat melibatkan dan memanggil beberapa pimpinan dayah sebagai pihak yang memahami kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Dayah Terdampak Bencana Jadi Perhatian
Ilmiza juga meminta tenaga ahli di bidang pendidikan dayah dilibatkan untuk membantu menentukan prioritas penerima.
Menurut dia, pemetaan kebutuhan diperlukan agar pengadaan dengan nilai anggaran besar tersebut tidak berakhir pada distribusi barang yang kurang sesuai dengan kebutuhan dayah.
“Tenaga ahli di bidang pendidikan dayah dapat dilibatkan untuk memberikan masukan terkait dayah-dayah mana yang paling membutuhkan dan harus menjadi prioritas,” katanya.
Kondisi Aceh yang masih dalam masa pemulihan pascabencana juga menjadi pertimbangan. Ilmiza meminta dayah yang terdampak bencana mendapat perhatian dalam penentuan prioritas, tanpa mengesampingkan kebutuhan dayah lainnya.
“Dalam kondisi Aceh yang masih dalam masa pemulihan pascabencana, tentu perhatian perlu diberikan secara khusus kepada dayah-dayah yang terdampak bencana, tanpa mengabaikan kebutuhan dayah lainnya,” katanya.
Komisi VII Soroti Transparansi Pengadaan
Selain soal kebutuhan, Ilmiza meminta proses pengadaan dilakukan secara transparan dan akuntabel serta mengikuti aturan yang berlaku.
Ia menilai besarnya anggaran bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Yang lebih penting, barang yang dibeli harus sesuai kebutuhan penerima manfaat.
“Yang paling penting saat ini bukan hanya melihat besarnya anggaran, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar menjawab kebutuhan riil dayah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pendidikan keagamaan di Aceh,” ujarnya.
Dengan paket yang masih berada pada tahap awal proses pengadaan, Ilmiza mendorong Dinas Pendidikan Dayah Aceh memastikan masukan dari dayah masuk dalam proses penentuan kebutuhan dan prioritas sebelum pengadaan berlanjut ke tahapan berikutnya.
