Notification

×

Iklan

GA Adsense

SMKN 1 Gandapura Dikunjungi Kemendikbudristek RI, Dinilai Sukses Terapkan Kurikulum Merdeka "Mandiri Berubah"

29 Jul 2022 | 14.41 WIB Last Updated 2022-07-29T12:30:54Z




KABAR ACEH | Bireuen- Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) Implementasi Kurikulum Merdeka ke SMK Negeri 1 Gandapura, berlokasi di Desa Keude Lapang kecamatan setempat, Jum'at, (29/7/2022).






Pada Kunjungan tersebut, Bupati Bireuen Dr. H Muzakkar A Gani, SH, M.Si turut mendampingi bersama Kepala Cabang Dinas Wilayah Bireuen Dinas Pendidikan Aceh, Abdul Hamid, Anggota DPRK Bireuen Ismail Adam yang juga Ketua Komite SMKN 1 Gandapura, LPMP Provinsi Aceh serta sejumlah Kepala SMK di Kabupaten Bireuen.

Bupati Muzakkar menyambut baik penerapan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Bireuen, khususnya di SMKN 1 Gandapura.

"Selamat datang di Kabupaten Bireuen Kepala Perbukuan Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Kemendikbud RI dan staf. Semoga dengan adanya dukungan dari Kementerian, Bireuen yang diwakili SMKN 1 Gandapura dapat menjadi pilot projec penerapan Kurikulum Merdeka," harap Bupati Bireuen.

Hal yang sama juga dikatakan Kacabdin Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, dan menambahkan, pihaknya sangat berharap semua satuan pendidikan dibawah Dinas Pendidikan Aceh, baik SMA dan SMK dapat menerapkan Kurikulum Merdeka 

"Di Kabupaten terdapat 55 sekolah yang menjadi naungan Disdik Aceh, 37 SMA, 17 SMK dan 11 SLB. Kita memilih Kurikulum Merdeka, dengan harapan dapat memajukan sistem pendidikan di Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen. Perlu kami jelaskan, 2 SMA yang memiliki Sekolah Penggerak, guru lulus 33 orang menjadi terbanyak se-Aceh disusul Kabupaten Abdya," terang Kacabdin Abdul Hamid.



Kepala SMKN 1 Gandapura, Dra Mardiana, M.Pd juga berharap agar penerapan Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah di sekolah yang dipimpinnya, menjadi pilot projec dan mendapat dukungan penuh dari Pemkab, Kacabdin, Disdik Aceh serta Kemendikbudristek RI.

"Sekolah kami terdapat 2 guru Penggerak yang sudah tour dan 3 lagi sedang dalam proses pembekalan. Semoga dengan adanya Kunjungan Kerja dari Pusat Perbukuan dan Kurikulum Kemendikbud RI, menjadi motivator kami dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka "Mandiri Berubah" dengan baik," tutur Kepsek Mardiana.

Sementara itu, Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbud RI, Supriyatno dalam sambutan, menyatakan pihaknya memberikan kesempatan kepada bapak ibu guru untuk berkreasi dan berinovasi tanpa kekhususan.

"Kementrian memberikan kesempatan penuh kepada para guru untuk berkreasi dan berinovasi tanpa kekhususan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolah," jelasnya.

"Dalam Kurikulum Merdeka ini, relevan dengan kearifan lokal. Kami tidak menuntut suatu keseragaman dalam proses pelaksanaan di sekolah, bahkan pihak kami menyediakan platform yang  begitu banyak bahan bahan yang dapat di unduh di berbagai media dan bebas di akses dan memiliki beragam pilihan," tambahnya 

Dikatakannya, Implementasi Kurikulum Merdeka, terdiri dari, Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan khususnya Mandiri Berbagi yang masih minim penerapannya karena khusus di sekolah penggerak.

"Mandiri, Berbagi dan Berubah, dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya Mandiri Berbagi masih sangat sedikit penerapannya. Mohon dukungan dari Bupati untuk implementasi di Bireuen," pinta Supriyatno.

"Tentu dengan metode yang lebih menarik sesuai dengan tujuan kualitas pendidikan dengan berbagai Strategi, Kreatifitas, Inovasi di masing masing instansi pendidikan, dimana saat ini masih menjadi pilihan, bukan dipaksakan, tapi di setiap satuan pendidikan untuk dapat lebih  memahami. Tanpa dukungan dari pemerintah daerah dan bapak ibu guru, Implementasi Kurikulum Merdeka tidak akan berjalan," pungkasnya. 






Kegiatan kunjungan dilanjutkan ke lokasi unit produksi peternakan SMK setempat, stand bayar produk kreatif, sarana sekolah dan ruang belajar siswa dan serangkaian pembagian cendera mata dari LPMP Aceh dan dari Kepala SMKN 1 Gandapura menyerahkan souvenir khas motif Aceh kesejumlah pejabat  dan staf Kemendikbudristek RI. [SR]








×
Berita Terbaru Update