Notification

×

Iklan

GA Adsense

Langka, Daging Rusa Seharga Daging Sapi Diserbu Warga Kota Bireuen

8 Mar 2020 | 15.25 WIB Last Updated 2020-08-09T10:26:59Z
Penjual sedang Menjajakan Daging Rusa di sebuah lapak jualan Samping Eks Gedung Dewi, Kota Juang Bireuen, Sabtu (7/3/2020) malam.

KABAR ACEH | Bireuen - Daging rusa bisa dikatakan langka dan harganya pun relatif mahal. Namun warga Kota Bireuen merasa bersyukur karena dapat menikmati daging rusa yang harganya setara dengan daging sapi sekira Rp150.000/ Kilogramnya.

Hal tersebut dikatakan Samsul salah satu warga setempat dalam keterangannya kepada media ini, Sabtu (07/03/20) malam dilokasi penjualan daging hewan yang tergolong liar namun halal dimakan tersebut.

Menurut Samsul, daging rusa jarang dijual di Kota Bireuen, tapi kali ini saya dan sejumlah warga sekitar bisa membeli daging rusa yang dijual di lokasi tepatnya di samping bekas Gedung Dewi Bireuen. 

Lanjutnya, selama beberapa bulan ini, penjualan daging rusa khususnya di lapak tersebut jarang terjadi, jadi tidak heran begitu muncul pedagang yang menjajakan daging rusa diserbu pembeli.

Sementara itu, penjual daging rusa, M Ali (55) asal Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen yang dikonfirmasi terkait hal ini membenarkan bahwa daging rusa yang dijual tersebut dibeli dari para pemburu asal Kecamatan Plimbang Kabupaten setempat.

Ia mengakui, daging rusa jarang bisa diperoleh para pemburu dikawasan hutan Gunung Goh Bireuen, makanya sangat jarang dijual di sini. Begitu tersedianya daging rusa, warga merasa senang karena bisa memperoleh daging rusa dengan harga terjangkau yang sama dengan harga daging sapi untuk konsumsi bersama keluarga. Begitu ada stok, langsung kita bawa kesini untuk dibeli warga," katanya.

"Daging rusa tidak dijual di pasar pasar daging pada umumnya di kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen. Kali ini harganya murah dan disukai warga. Sebab banyak konsumsi daging rusa, katanya dapat berkhasiat menghilangkan rasa nyeri tulang,"

M. Ali menambahkan, "berat seekor Rusa bisa bervariasi, mulai dari 30 hingga150 kg. Sejumlah warga ada yang membeli secukupnya dan ada yang membeli beberapa kilogram untuk disimpan di lemari es. Satu kilogram daging dijual Rp150.000, sedangkan tulang di hargai Rp50.000 hingga Rp 60.000/Kilogram," ungkapnya. [SR]


×
Berita Terbaru Update