![]() |
| Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, SSTP MSi |
KABAR ACEH CO – Penelusuran identitas tiga pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tidak diketahui asal-usulnya membuahkan hasil. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh berhasil menemukan data kependudukan ketiganya melalui pencocokan biometrik iris mata.
Ketiga pasien tersebut sebelumnya dibawa petugas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh ke Kantor Disdukcapil di Balai Kota, Selasa (3/11/2026). Mereka menjalani pemeriksaan untuk memastikan identitas yang diperlukan dalam pengurusan administrasi pelayanan kesehatan.
Pemeriksaan menggunakan sistem biometrik kependudukan itu menunjukkan bahwa ketiganya telah tercatat dalam database administrasi kependudukan. Dari hasil pencocokan tersebut diketahui satu pasien berasal dari Kabupaten Bener Meriah, satu dari Aceh Barat, dan satu lainnya dari Aceh Timur.
Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, mengatakan pihaknya membantu rumah sakit melakukan penelusuran karena identitas pasien menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pelayanan kesehatan.
Menurut dia, hasil identifikasi tersebut dapat digunakan RSJ Banda Aceh untuk melengkapi administrasi pasien sekaligus menjadi dasar penelusuran keluarga yang bersangkutan.
Kepastian identitas diharapkan memudahkan pihak rumah sakit menjalin komunikasi dengan keluarga, terutama bagi pasien yang sebelumnya tidak dapat memberikan keterangan identitas secara jelas.
Heru mengatakan pelayanan Disdukcapil tidak hanya berkaitan dengan penerbitan dokumen kependudukan. Instansinya juga membantu lembaga lain yang membutuhkan pencocokan data untuk memastikan identitas seseorang.
Pemanfaatan teknologi biometrik menjadi salah satu cara untuk menelusuri data penduduk ketika dokumen identitas seperti KTP tidak tersedia.
Bagi ketiga pasien tersebut, terungkapnya identitas menjadi tahapan penting dalam proses pemenuhan administrasi pelayanan kesehatan. Informasi asal daerah yang diperoleh juga diharapkan membantu rumah sakit menindaklanjuti pencarian keluarga masing-masing.
Disdukcapil Banda Aceh berharap dukungan data kependudukan tersebut dapat memperlancar pelayanan lintas instansi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian identitas. [Adv]
