Langkah Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah terlihat mantap saat meninjau deretan hunian tetap di Desa Kuala Cangkoy, Sabtu, 14 Maret 2026. Di tengah suasana sederhana namun penuh harapan, Fadhlullah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, meresmikan 104 unit rumah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Bagi Pemerintah Aceh, kehadiran hunian tetap itu bukan sekadar hasil pembangunan fisik. Ia merupakan bagian dari komitmen memastikan masyarakat terdampak dapat segera keluar dari masa sulit dan kembali menjalani kehidupan yang layak.
Sejak awal proses pemulihan pascabencana, Fadhlullah terlibat aktif dalam mendorong percepatan pembangunan hunian bagi warga. Ia menilai, kepastian tempat tinggal menjadi fondasi utama dalam memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur tampak berinteraksi langsung dengan warga penerima manfaat. Ia menyapa, mendengar cerita, sekaligus memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Peresmian hunian tetap yang dibangun oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia itu menjadi momentum penting dalam perjalanan rehabilitasi pascabencana di Aceh Utara. Di hadapan warga dan jajaran pejabat yang hadir, Fadhlullah menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang selama ini tinggal di hunian sementara.
Dalam peninjauan kawasan, Fadhlullah memastikan fasilitas pendukung, termasuk mushalla yang dibangun di dalam kompleks, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Ia berharap kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang tumbuhnya kembali kehidupan sosial warga.
Prosesi penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada warga menjadi momen yang menyentuh. Fadhlullah menyaksikan langsung bagaimana harapan baru mulai tumbuh di wajah para penerima bantuan.
Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, mulai dari Pangdam Iskandar Muda hingga Kapolda Aceh, memperkuat dukungan lintas sektor dalam proses pemulihan tersebut. Namun, bagi Fadhlullah, yang terpenting adalah memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari setiap kebijakan yang diambil.
Selain peresmian hunian, pemerintah juga menyerahkan bantuan berupa lima ekor sapi untuk mendukung tradisi meugang. Bagi Fadhlullah, perhatian terhadap kearifan lokal menjadi bagian penting dalam menjaga semangat kebersamaan masyarakat.
Ia menilai, pemulihan pascabencana tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga nilai-nilai sosial yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Dengan diresmikannya 104 unit hunian tetap tersebut, Fadhlullah berharap masyarakat dapat segera menempati rumah baru dan memulai kembali kehidupan yang sempat terhenti akibat bencana.
Di Desa Kuala Cangkoy, kehadiran Wakil Gubernur bukan hanya sebagai pejabat yang meresmikan program. Ia hadir sebagai representasi pemerintah yang ingin memastikan bahwa setiap warga, terutama yang terdampak bencana, tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan.
Dari kawasan itu, pesan yang ingin ditegaskan menjadi jelas: bahwa pemerintah hadir, bekerja, dan berupaya memastikan harapan masyarakat kembali berdiri—setegak rumah-rumah baru yang kini siap dihuni.
