SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS
  • KABAR Kategori
  • _Hukum
  • _Politik
  • _Parlementaria
  • _Inforial
  • _Nasional
  • _Ekbis
  • _News
  • _Sport
  • _Pemerintah Aceh
  • _Index
  • KABAR Daerah
  • _Lhokseumawe
  • _Aceh Utara
  • _Bireuen
  • _Banda Aceh
  • _Pidie
  • _Simeulue
  • KABAR Redaksi
  • _Redaksi
  • _Siber
  • _Kode Etik
  • _Iklan
  • _INAPROC Katalog Pariwara
  • _INAPROC Katalog Banner
  • _INAPROC Katalog Elektronik Iklan Online
  • KABAR Layanan
  • _For Your Business
  • _Pasang Mata
Kabar Aceh

BARBEQUE

  • Home
  • Hukum
  • Politik
  • Parlementaria
  • Inforial
  • Nasional
  • Ekbis
  • News
  • Sport
  • Beranda

Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:
Muhajir Juli, Jubir Pemkab Bireuen




KABAR ACEH | Bireuen- Proses penanganan bencana hidrometeorologi Sumatra di Bireuen sudah sesuai dengan tahapan yang ditetapkan oleh Pmeerintah Pusat. Pemerintah Kabupaten Bireuen tidak memiliki kewenangan untuk tidak mengikuti tahapan penanganan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Hal tersebut diungkapkan Jubir Bicara (Jubir) Pemkab Bireuen Muhajir Juli, dalam siaran pres releasenya, diterima media ini, Kamis (26/3/2026) 

Dikatakannya, sedari awal Pemerintah Kabupaten Bireuen mengikuti secara penuh setiap tahapan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terbitnya Keputusan Bupati,  antara lain:

1. Keputusan Bupati Bireuen Nomor:300.2.2/713 Tahun 2025 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana Banjir dan Tanah Lonsgor di Kabupaten Bireuen.
2. Keputusan Bupati Nomor: Nomor 300.2.2/722 Tahun 2025 tentang Perpanjangan Status Keadaan Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Bireuen.
3. Keputusan Bupati Bireuen Nomor 300.2.2/9 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Bireuen. Masa transisi bencana tersebut berlangsung sejak 7 Januari sampai 6 April 2026. Masa transisi darurat ke pemulihan dilakukan sejak berakhirnya masa tanggap darurat hingga memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Keputusan-keputusan Bupati Bireuen tersebut merujuk kepada peraturan-peraturan diatasnya, yakni;

1. UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana 
2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana;
4. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 3 Tahun 2016 tentang Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana;
5. Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana;
6. Peraturan-peraturan lain yang diterbitkan oleh BNPB dan kementerian/badan terkait. Serta;
7. Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana.

"Di awal bencana Pemerintah Kabupaten Bireuen terus berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat terkait setiap langkah yang ditempuh dalam penanganan bencana hidrometeorologi Sumatra di Bireuen. Tak sekalipun Pemerintah Kabupaten Bireuen mengambil keputusan tanpa koordinasi dan konsultasi dengan Pemerintah Pusat," tambah Muhajir.

Lanjutnya, adapun perihal tidak dibangunnya hunian sementara di Bireuen, bukanlah keputusan Bupati Bireuen secara sepihak. Tetapi berdasarkan hasil upaya menyerap aspirasi korban bencana alam. 

Rencana pembangunan huntara pada tahap awal bencana sudah dibicarakan dengan matang setelah melakukan uji pendapat korban, serta konsultasi dengan Pemerintah Pusat. Upaya ini ditempuh supaya keputusan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan korban.

"Saat itu untuk membangun huntara harus memenuhi persyaratan. Huntara harus dibangun di atas tanah aset pemerintah, tanah Hak Guna Usaha (HGU) PTPN, atau tanah milik masyarakat yang bersedia dialokasikan," jelas Jubir.

Syarat selanjutnya,huntara tidak boleh dibangun di zona bencana, harus dekat dengan infrastruktur dasar (jalan dan air bersih), serta mendapatkan persetujuan dari masyarakat penerima manfaat.Pembangunan huntara bersifat terpusat dan komunal.

Karena syarat-syarat di atas, secara umum berdasarkan hasil duduk rembug dengan korban dan kepala desa, secara umum korban menolak ditempatkan di huntara di luar desa. Serta sebagian menolak ditempatkan di huntara komunal atas alasan ketidaknyamaman berdasarkan pengalaman masa lalu. 

Korban meminta supaya Pemerintah Pusat mempercepat pembangunan huntap.

Oleh sebab itu, kemudian dipilihlah mekanisme Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai dana stimulan yang diberikan Pemerintah Pusat dana masa tunggu sembari menunggu dibangunnya hunian tetap oleh Pemerintah Pusat.

Ia juga menegaskan, adapun perihal adanya seruan supaya lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggunakan jalur class action terkait dugaan bahwa Bupati Bireuen telah melakukan pelanggaran dalam melaksanakan tugasnya dalam penanggulangan bencana, itu merupakan hak setiap orang yang dilindungi hukum. 

"Pemkab Bireuen tidak keberatan dengan rencana class action tersebut. Upaya hukum yang akan ditempuh tersebut sangat dihormati oleh Bupati Bireuen. Jalur tersebut merupakan salah satu ruang di dalam demokrasi yang harus dijunjung tinggi," beber Ceo Komparatif.id.

Pemerintah Bireuen terbuka dan akan terus terbuka. Tidak ada yang ditutup-tutupi, dan akan terus berupaya menyelenggarakan pemerintahan yang beritegritas.

"Pemerintah Bireuen selaku perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, telah, sedang, dan akan terus bekerja keras demi mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi Sumatra di Bireuen, sesuai dengan peraturan yang diterbitkan terkait itu," demikian Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli
Bagikan:
Berita Terkait
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
Berita Terbaru
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
  • Ungkap Fakta Dibalik Penanganan Banjir, Jubir Pemkab Bireuen Muhajir Juli: Silahkan Uji melalui Class Action
Tampilkan lebih banyak

Designed by Kabar Aceh
Terpopuler
  • HRD Soroti Respon Bupati Bireuen: Jangan Jadikan Kritik Alasan Kehilangan Semangat Bantu Korban Banjir

  • Gerbang Tani Nilai Bupati Bireuen Lambat Tangani Sektor Pertanian dan Perikanan

  • Angka Kecelakaan Lalulintas Menurun, HRD Apresiasi Kapolda Aceh dan Jajarannya

  • HRD Ketua PKB Aceh, ini Susunan Pengurus DPW yang Dilantik Cak Imin

  • Ratusan Pendemo Minta KPK Turun ke Bireuen 




KABAR Sponsor
Artikel Lainnya
Ad
Ad
Kabar Aceh
Kabar Aceh adalah situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh.

Contact us: kabaraceh.id@gmail.com
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Sitemap
  • Karir
Copyright © 2019 - , Kabar Aceh. All right reserved