SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS
  • KABAR Kategori
  • _Hukum
  • _Politik
  • _Parlementaria
  • _Inforial
  • _Nasional
  • _Ekbis
  • _News
  • _Sport
  • _Pemerintah Aceh
  • _Index
  • KABAR Daerah
  • _Lhokseumawe
  • _Aceh Utara
  • _Bireuen
  • _Banda Aceh
  • _Pidie
  • _Simeulue
  • KABAR Redaksi
  • _Redaksi
  • _Siber
  • _Kode Etik
  • _Iklan
  • _INAPROC Katalog Pariwara
  • _INAPROC Katalog Banner
  • _INAPROC Katalog Elektronik Iklan Online
  • KABAR Layanan
  • _For Your Business
  • _Pasang Mata
Kabar Aceh

BARBEQUE

  • Home
  • Hukum
  • Politik
  • Parlementaria
  • Inforial
  • Nasional
  • Ekbis
  • News
  • Sport
  • Beranda
  • Bireuen

Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat

  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

KABAR ACEH | Bireuen – Masyarakat korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh, hingga kini masih bertahan di tenda darurat. Betapa tidak, selain tidak adanya hunian yang layak atau hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap) yang dijanjikan Pemkab Bireuen pun tidak kunjung dibangun.

Kondisi ini sangat memprihatinkan dan sangat meresahkan para pengungsi korban bencana alam di kabupaten tersebut. Pasalnya, selama bulan suci Ramadhan ini, mereka mengaku harus bertahan dibawah tenda darurat. Saat musim hujan air masuk ke dalam tenda, saat kemarau cuaca panas dan gerah di dalam tenda.

Bahkan diperkirakan para korban banjir dan tanah longsor di Bireuen yang rumah dan tanahnya telah hilang ditelan sungai dan tertimbun longsor, serta yang belum memiliki tanah, akan tinggal dibawah tenda berbulan-bulan bahkan diperkirakan lebih setahun harus bersabar di lokasi pengungsian.

"Kami belum memiliki tanah, rumah dan tanah kami telah hilang ditelan arus sungai saat banjir dan tanah longsor menerjang desa kami pada 26 November 2025 lalu, seandainya ada huntara kami tidak perlu berbulan-bulan tinggal dibawah tenda darurat seperti ini," kata pengungsi korban banjir dan tanah longsor di Kecamatan Juli, Bireuen, Kamis (19/2/2026).

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun wartawan dari berbagai sumber menyebutkan, saat ini jumlah pengungsi tersebar di 28 desa di tujuh kecamatan dalam Kabupaten Bireuen yaitu, Kecamatan Kutablang, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Jangka, Juli dan Kecamatan Jeumpa.

Salah satunya lokasi pengungsian adalah di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli Bireuen. Sebanyak 43 Kepala Keluarga (KK) dan ratusan jiwa korban banjir dan tanah longsor masih bertahan di tenda darurat, tepatnya di lintas nasional Bireuen-Takengon Km 9. 

Para pengungsi yang masih bertahan dibawah tenda darurat di hampir semua kecamatan yang terdampak bencana mayoritas anak-anak, kaum perempuan dan lanjut usia.

Mereka bertahan di tenda karena rumah mereka hancur diterjang banjir bandang akhir November lalu dan hingga kini belum dibangun rumah hunian yang layak huni. Ditenda darurat terdapat tumpukan tas berisi baju, kardus berisi perlengkapan warga dan juga ada kompor, timba, maupun peralatan lainnya.

Padahal di Desa Bale Panah Kecamatan Juli, sudah dibangun tiga unit rumah percontohan hunian tetap (huntap). Namun rumah tersebut hingga kini juga belum bisa ditempati. Selain belum adanya aliran air bersih atau sumur, jaringan listrik pun belum tersambung. 

Dikatakan warga setempat, tiga unit huntap yang dibangun di Desa Bale Panah, diduga hanyalah sebagai rumah contoh, meskipun ketiga rumah tersebut sudah ada pemiliknya. Buktinya, hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan dibangun huntap lainnya. Padahal, Pemkab Bireuen sebelumnya berjanji akan membangun 1.000 unit huntap untuk tahap pertama di Kabupaten Bireuen. 

Ini duga sebagai upaya untuk memberi angin segar kepada pengungsi korban bencana di Bireuen, tidak mungkin huntap selesai dibangun dalam waktu sekejap, seharusnya lebih dulu dibangun huntara atau hunian yang lebih layak, jangan dibiarkan masyarakat berbulan-bulan tinggal dibawah tenda darurat. 

"Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini, pengungsi harus makan sahur dan berbuka puasa dalam kondisi darurat di bawah tenda, jika ada huntara akan lebih nyaman, ini yang sangat kita sayangkan, seharusnya Pemkab Bireuen memikirkan kondisi seperti ini, jangan membiarkan pengungsi menderita dibawah tenda darurat," ujar warga setempat. []
Tag:
  • Bireuen
Bagikan:
Berita Terkait
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
Berita Terbaru
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
  • Selama Puasa Ramadhan Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Harus Bertahan di Tenda Darurat
Tampilkan lebih banyak




Designed by Kabar Aceh
Terpopuler
  • Azmi Geser ke MAA, Mursyidin Pimpin Prokopim Setdakab Bireuen

  • RAPI Bireuen Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim, Pengurus Lokal Jeunieb–Pandrah Dikukuhkan

  • HRD Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Simpang Mamplam 

  • HRD Buka Puasa Bersama 2.000 Warga Bireuen, Termasuk Pengungsi Banjir dan Longsor

  • Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Baru Tahu Kalau Huntara dan Huntap Hak Mereka

KABAR Sponsor
Artikel Lainnya
Ad
Ad
Kabar Aceh
Kabar Aceh adalah situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh.

Contact us: kabaraceh.id@gmail.com
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Sitemap
  • Karir
Copyright © 2019 - , Kabar Aceh. All right reserved