| Tomas setempat Azril bersama anak-anak yang gagal ke sekolah karena akses jalan dan sekolah tergenang banjir, Kamis (8/1/2026) |
KABAR ACEH | Bireuen - Curah hujan berintensitas tinggi kembali mengguyur Kabupaten Bireuen dan sekitarnya. Hujan yang turun sejak Rabu (7/1) malam hingga Kamis (8/1/2025) pagi itu menyebabkan sejumlah wilayah kembali dilanda genangan air.
Desa Namploh Blanggarang, Kecamatan Samalanga, menjadi salah satu kawasan terdampak. Genangan air hujan mencapai setinggi lutut orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas warga. Kondisi tersebut memaksa SD Negeri 12 yang berada di desa itu meliburkan kegiatan belajar mengajar, lantaran akses menuju sekolah tidak lagi dapat dilalui siswa.
Tokoh masyarakat setempat, Azril, mengungkapkan bahwa genangan air tersebut merupakan dampak langsung dari luapan air hujan yang tidak tertangani secara optimal.
"Peristiwa ini sudah kami laporkan kepada Bapak Camat. Tergenangnya air hujan disebabkan oleh sedimen lumpur pascabanjir bandang 26 November 2025 lalu yang masih menumpuk di pinggiran jalan," ujar Azril.
Ia menjelaskan, saat proses pembersihan jalan menggunakan alat berat, lumpur hasil pengerukan tidak dibuang, melainkan ditumpuk di sisi jalan. Akibatnya, ketika hujan kembali turun seperti kemarin dan hari ini, aliran air terhambat dan menyebabkan genangan.
"Kami sangat berharap dinas terkait di lingkungan Pemkab Bireuen segera menindaklanjuti persoalan ini. Sangat disayangkan anak-anak tidak bisa bersekolah dan akses transportasi warga pun terganggu," pintanya.
[SR81]
