SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWS
  • KABAR Kategori
  • _Hukum
  • _Politik
  • _Parlementaria
  • _Inforial
  • _Nasional
  • _Ekbis
  • _News
  • _Sport
  • _Pemerintah Aceh
  • _Index
  • KABAR Daerah
  • _Lhokseumawe
  • _Aceh Utara
  • _Bireuen
  • _Banda Aceh
  • _Pidie
  • _Simeulue
  • KABAR Redaksi
  • _Redaksi
  • _Siber
  • _Kode Etik
  • _Iklan
  • _INAPROC Katalog Pariwara
  • _INAPROC Katalog Banner
  • _INAPROC Katalog Elektronik Iklan Online
  • KABAR Layanan
  • _For Your Business
  • _Pasang Mata
Kabar Aceh

BARBEQUE

  • Home
  • Hukum
  • Politik
  • Parlementaria
  • Inforial
  • Nasional
  • Ekbis
  • News
  • Sport
  • Beranda
  • Ekbis

Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL

Redaksi
Redaksi
9/23/2025
  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, (Foto: Humas Kemenhub)

JAKARTA - Di balik kelancaran distribusi barang di jalan raya Indonesia, ada ribuan sopir truk yang bekerja siang dan malam. Mereka adalah tulang punggung logistik nasional, namun seringkali hidup dalam tekanan: kesejahteraan yang belum terjamin, jalanan yang berbahaya, hingga ancaman kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL) yang masih marak.

Tekanan itu bukan hanya soal beban kerja. Bagi sopir, ODOL berarti kelelahan ekstra, kendaraan yang lebih cepat rusak, risiko kecelakaan meningkat, bahkan jalan yang mereka lalui sehari-hari ikut hancur. Kondisi ini menciptakan lingkaran persoalan yang menekan pengemudi maupun perusahaan angkutan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian agar sopir tidak lagi dipandang sebelah mata. "Saya ingin pengemudi kita bisa bekerja dengan tenang. Tidak was-was soal keselamatan, tidak tertekan karena ODOL, dan punya kepastian perlindungan sosial," ujarnya dalam siaran pers, Senin (22/9/2025).

Dorongan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang pada April 2025 menegaskan isu ODOL sebagai agenda prioritas. Pemerintah kini tengah menyusun Perpres Logistik Nasional serta Rencana Aksi Nasional (RAN) Zero ODOL 2025–2029, sebuah peta jalan menuju transportasi darat yang lebih aman, efisien, dan manusiawi.

Komitmen itu mulai tampak dalam sebuah forum sosialisasi di Bandung, Jawa Barat, bertajuk "Peningkatan Cakupan Kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja". Acara ini digelar oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan dukungan Kemenhub. Bagi Dirjen Aan, forum itu menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa sopir angkutan barang adalah pekerja, dan pekerja berhak mendapat perlindungan.

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, yang turut hadir, menambahkan perlunya integrasi data antara Kemenhub, Kemnaker, dan sektor terkait. "Kita harus memastikan bahwa program perlindungan ini benar-benar sampai kepada pengemudi di lapangan, bukan berhenti di atas kertas," tegasnya.

Bagi para sopir yang hadir, kebijakan Zero ODOL dan jaminan sosial adalah angin segar. Rudi (42), sopir truk asal Jawa Barat, mengaku lebih optimis dengan arah kebijakan pemerintah. "Kalau jalan lebih aman, kami juga lebih tenang nyetir. Kalau ada jaminan sosial, keluarga di rumah juga lebih tenang," katanya.

Cerita Rudi adalah cerminan ribuan sopir lain yang setiap hari mengorbankan waktu dan tenaga demi roda distribusi tetap berputar. Mereka berharap, kebijakan yang digulirkan tidak berhenti sebagai jargon, melainkan benar-benar hadir dalam bentuk perlindungan nyata.

Pemerintah menargetkan kebijakan Zero ODOL berjalan bertahap. Dari pengetatan uji kendaraan, integrasi data angkutan barang, hingga pengawasan berbasis elektronik. Semua diarahkan untuk menutup celah pelanggaran sekaligus menciptakan iklim kerja yang lebih aman.

"Dengan Zero ODOL, keselamatan lebih terjamin, distribusi logistik lebih efisien, dan pengemudi pun bisa bekerja dengan lebih layak," kata Aan menutup pernyataannya.

Di tengah kesibukan jalan raya, suara klakson truk masih terus terdengar. Namun di balik suara bising itu, kini ada secercah harapan: sebuah masa depan di mana sopir logistik tidak lagi sekadar 'penggerak barang', tetapi pekerja profesional yang diakui, dilindungi, dan sejahtera.
Tag:
  • Ekbis
Bagikan:
Redaksi
Redaksi
Kabar Aceh merupakan situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh
Follow me on: Facebook
Berita Terkait
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
Berita Terbaru
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
  • Di Balik Roda Logistik: Harapan Baru Sopir di Tengah Ancaman ODOL
Tampilkan lebih banyak

Designed by Kabar Aceh
Terpopuler
  • Korban Banjir dan Tanah Longsor di Bireuen Baru Tahu Kalau Huntara dan Huntap Hak Mereka

  • PKB Aceh Jaring Kader Internal dan Tokoh Eksternal untuk Pimpinan DPC

  • HRD Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim di Simpang Mamplam 

  • HRD: Pasar Rakyat Peureulak Aceh Timur Segera Direnovasi

  • HRD Buka Puasa Bersama 2.000 Warga Bireuen, Termasuk Pengungsi Banjir dan Longsor

KABAR Sponsor
Artikel Lainnya
Ad
Ad
Kabar Aceh
Kabar Aceh adalah situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh.

Contact us: kabaraceh.id@gmail.com
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Sitemap
  • Karir
Copyright © 2019 - , Kabar Aceh. All right reserved