ROCKY TURUN GUNUNG

KABAR ACEH | ACEH TIMUR- Setelah sekian lama vakum dan menghilang dari peredaran, akhirnya "Sang Bapak pembangungan Aceh Timur" kembali hangat diperbincangkan di publik dengan tujuan mulia yakni turun gunung untuk membawa nama harum dunia Olah Raga di Kabupaten Aceh Timur yang sudah lama mati suri. Minggu 10/03/2024.

Siapa dia, tak lain dan tak bukan dia adalah Rocky, mantan Bupati Aceh Timur dua periode, kali ini ia turun gunung untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Timur yang dikabarkan akan digelar pada tanggal 13 Maret 2024 mendatang. 

Siapa Rocky sebenarnya, mari kita kupas singkat tentang sosok yang telah banyak mencetak sejarah dalam membangun Aceh Timur dari semua lini sektor termasuk dunia Olah Raga.

Rocky yang memiliki nama lengkap Hasballah H M Thaib SH lahir pada 1 April 1974 di Desa Lhok Dalam, Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Sosok yang dikenal gemar Olah Raga tersebut merupakan mantan Kombatan GAM saat konflik Aceh dulu, ia pernah menjabat sebagai Panglima Sago 05 daerah idi dan sekitarnya ketika itu. 

Setelah Aceh berdamai dengan Republik Indonesia berdasarkan perjanjian MOU Helsinki pada tahun 2005 silam, Rocky mulai turun dalam dunia usaha dan politik hingga mengantarkan beliau menjadi calon Bupati Aceh Timur pada tahun 2012 silam. Dalam pemilihan Tahun 2012 itu, ia berhasil merebut hati rakyat dengan memperoleh suara terbanyak dan mengantarkannya ke kursi orang nomor 1 di Aceh Timur bersama wakilnya Syahrul Bin Syamaun. Padahal waktu itu lawan saingnya  hampir 14 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

Setelah menjabat Bupati Periode pertama Rocky "Bersumpah" tidak akan berkantor di Kota Langsa yang saat itu kedudukan pusat pemerintah masih di Kota Langsa sehingga dengan sumpahnya dihari pertama di lantik ia mulai berdinas di Kota Idi yang waktu itu belum memiliki sarana, prasarana bahkan infrastuktur admistratif pemerintah.

Dengan tekat kuat, Rocky mulai menyewa rumah yang standar untuk dijadikan kantor Dinas-dinas untuk menjalankan roda pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Namun itu tidak bertahan lama, dengan melobi pusat Rocky mampu membangun pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Timur yang seperti kita lihat saat ini yang sangat indah, bahkan menjadi destinasi wisata rakyat ketika sore hari.

Bukan Rocky namanya jika puas dalam capaiannya, ia terus membangun Aceh Timur tercinta dari berbagai lini sektor mulai dari sarana dan prasarana bahkan infrastruktur yang pernah hancur ketika konflik Aceh dulu seperti membangun rumah sekolah, jembatan, rumah tidak layak huni rakyat, tempat ibadah, membersihkan sungai dan sebagainya.

Dengan ide-ide yang "Cemerlang" dan masukan dari para pakar, Rocky terus membangun bumi Nurul Ak'la ini dari berbagai sektor seperti Pertanian, Pendidikan, Perikanan, Kelautan, bahkan bagian industri dibuktikan dengan lahirnha beberapa perusahan di Aceh Timur antaranya PT Medco E&P Malaka yang merupakan Perusahan Vital Negara. 

Dari dana SCR Perusahan Medco E&P Malaka tersebut, Rocky berhasil membangun RSUD dr Zubir Mahmud, bantuan kepada para petani, sumbangan untuk mesjid, padahal perusahaan migas tersebut saat itu belum beroparasi di Aceh Timur.

Sosok yang gemar Olah Raga itu juga tidak henti-hentinya mengembangkan dan membawa nama harum dunia Olah Raga Aceh Timur baik di kancah Provinsi hingga tingkat Nasional. Bahkan, semenjak ia menjabat menjadi Bupati Aceh Timur dua periode dunia Olah Raga di Aceh Timur semakin berkembang dan diakui oleh masyarakat Aceh dan Nasional. 

Rocky sempat dijuluki "Aladin" karena keberhasilannya membangun infratruktur dan sarana Olah Raga di Aceh Timur yang saat itu hanyalah " Mimpi disiang bolong". Bayangkan saja waktu itu daerah area pusat pemerintahan hanyalah tanah gersang tak bernilai. Namun ditangan Rocky bersama para pakar tidak ada hal yang tidak mungkin, dia berhasil membangun Idi Sport Center (ISC) dalam jangka dua bulan lengkap dengan fasiltasnya.

Dengan lobi-lobi politiknya, Rocky berhasil menyakinkan perintah Aceh dan Indonesia bahwa Kabupaten Aceh Timur layak dan pantas diadakan Pekan Olah Raga Aceh (PORA) ke XII padahal saat itu Aceh Timur tidak pantas menjadi tuan rumah karena prasarana dan sarana bahkan fasilitas Olah Raga belum ada sama sekali di Aceh Timur. 

Bahkan, bahasa sumbang atau ejekan dari berbagai pihak pun dilontarkan bahwa PORA ke XII di Aceh Timur adalah "PORA Pura-pura". Namun, Rocky tidak kehabisan akal untuk membuktikan bahwa tanah tempat kelahirannya pantas dihargai dan diakui oleh seluruh rakyat Aceh dan pantas menjadi tuan rumah PORA Aceh ke XII. 

Masih terlintas dalam pikiran masyarakat Aceh pada saat itu ada banyak kalangan mengkomplint Aceh Timur tidak layak menjadi tuan rumah karena fasilitas yang memadai termasuk tidak ada tempat tidur para atlet dari berbagai kontigen di Aceh.

Bukan Rocky namanya jika ia menyerah, dalam waktu segera ia menggelar rapat dengan Kadis Pendidikan Abdul Munir SE MAP dan para Kepala Sekolah untuk meliburkan sekolah selama 10 hari, kebetulan pada saat ini para siswa baru selesai ujian Semester. 

Akhirnya dengan taktik yang "Cerdik" Rocky mensulap ruang sekolah menjadi kamar tempat tidur para atlet dari berbagai kontigen di Aceh dengan fasiltas yang memadai seperti AC dan tempat tidur yang sangat layak bagi para atlet dengan dilengkapi kamar mandi yang bersih. 

Pora pura- pura yang tadinya julukan tidak senonoh menjadi menjadi Pora "Bereh" yang berkualitas dan berstandar Nasional dibawah tangan " Sang Pembangunan" tersebut. 

Tidak berhenti disitu saja, Rocky terus mengenjot sektor Olah Raga Aceh Timur, mulai dari Kejurnas, Kejurda, Popda, PON, bahkan event berstandar Nasional dan daerah waktu itu sering diselenggaeakan di Aceh Timur ketika Rocky masih menjabat sebagai Bupati Aceh Timur.

Pada bidang sepak Bola, Rocky terus meningkat kemampuan para atlet dengan menggelar berbagai lomba dan event besar bakan sering menyelenggaran event Piala Bupati Cup demi meningkatkan mutu para atlet dalam meraih prestasi. 

Tidak hanya disitu, Rocky juga berus mengalokasikan anggaran pembinaan untuk setiap Cabang Olah Raga (Cabor) dalam meningkatkan mutu dan kualitas para atlet dalam meraih prestasi di daerah maupun tingkat nasional. 

Nah. Kali ini Rocky kembali turun gunung untuk membawa nama harum Kabupaten Aceh Timur dalam bidang Olah Raga, kita yakini bawah kepimpinan Rocky dalam dunia Olah Raga Aceh Timur semakin berwarna dan insya Allah akan mampu menuju mengembalikan marwah bumi Nurul Ak'la yang sempat terhenti.

Rakyat Aceh Timur mendoakan agar mantan Bupati Aceh Timur itu akan terpilih menjadi Ketua KONI Aceh Timur periode 2024-2028 sehingga akan kembali membawa nama harum bumi yang kita cintai ini khususnya dibidang Olah Raga. Bersambung. (*)

Teks Foto : Saat Bupati Rocky menerima cendera mata dari Ketua KONI Aceh Timur atas keberhasilannya meningkatkan mutu Olah Raga di Aceh Timur. 








Postingan Lama
Postingan Lebih Baru