Notification

×

Iklan

GA Adsense

Kadis Perindag Aceh Minta Pelaku IKM Aceh Terus Berkreatif dan Inovatif

17 Feb 2022 | 19.01 WIB Last Updated 2022-03-23T01:24:24Z

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Mohd Tanwier, meminta para IKM Aceh terutama kerajinan batik untuk terus meningkatkan kreativitas dan berinovasi.

Mohd Tanwier mengatakan Industri Kecil Menengah (IKM) Aceh memiliki sederet produk unggulan potensial karena produk Aceh mempunyai karakteristik khas.

Ia menyebutkan salah satunya seperti kerajinan batik Aceh, dimana desain kerajinan tersebut memiliki filosofi sendiri dengan kearifan lokalnya.

Untuk bersaing di pasar, kata Mohd Tanwier, batik-batik yang dihasilkan para pengrajin di Aceh harus mampu mengikuti perkembangan. Misalnya, kata dia, tampil lebih modern tapi tetap mempertahankan identitas keacehan yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.

"Para desainer mode dan pengrajin batik pun diharapkan terus mencoba berinovasi untuk menghadirkan batik dengan desain motif kekinian, batik Aceh terus update," tuturnya saat ditemui, Kamis (17/02/2022).

Kepala Disperindag juga mengatakan, Pemerintah Aceh memberikan perhatian yang cukup besar terhadap peningkatan usaha kerajinan di Aceh dan mengarahkan masyarakat untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

Dia menambahkan, dalam pengembangan batik Aceh, Pemerintah Aceh melalui Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Aceh terus berupaya melakukan pelatihan dan pendampingan bagi pengrajin batik Aceh.

Ia juga mengatakan, batik sebagai warisan budaya yang amat berharga, maka batik harus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat. Dia mengimbau kepada masyarakat Aceh terutama generasi milenial untuk bangga dalam menggunakan produk lokal tersebut.

"Batik adalah seni, kita imbau masyarakat untuk menggunakan batik Aceh yang merupakan produk lokal Aneuk Nanggroe," ujarnya.

Selain itu ia juga mengimbau para IKM sektor kerajinan batik untuk memanfaatkan digital marketing dalam mempromosikan batik Aceh, baik luar Aceh hingga mancanegara.

"Selama pandemi ini, kita juga mengimbau kepada pengrajin untuk memanfaatkan digital marketing dalam mempromosikan produknya. Dengan mempromosikan berbagai jenis batik Aceh, kita berharap batik Aceh mampu bersaing di pasar nasional dan internasional," tutur Kadisperindag Aceh tersebut.  


Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, juga telah memberikan pelatihan kepada 40 peserta tentang desain busana Muslim dan bili droe.

Pelatihan kerajinan bili droe melibatkan pelaku Industri Kecil Menebgah (IKM) dari Aceh Besar dan busana muslim melibatkan pelaku IKM dari 4 kabupaten di Aceh. Yaitu Pidie, Bireuen, Bener Meriah dan Aceh Tengah, ucap Kabid Pengembangan Industri Menengah dan Aneka Disperindag Aceh, Nila Kanti, di suatu kesempatan.

Nila menuturkan, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengrajin untuk terus berkarya, sehingga bisa meningkatkan daya jual produknya. Ia pun berharap setelah pelatihan ini ada perkembangan dan peningkatan produk IKM.

"Produk bili sendiri sekarang banyak permintaan. Sedangkan bahan baku baru ada di Aceh Besar. Kami juga sudah bekerjasama dengan PT. Sarinah Jakarta untuk menempatkan produk bili disana," jelasnya.

Disperindag akan terus mencari bahan baku bili dari kabupaten lain yang ada di Aceh untuk mencukupi bahan baku bagi IKM. [Adv]
×
Berita Terbaru Update