Notification

×

Iklan

GA Adsense

Kadinsos Bireuen Bob Mizwar Buka Program Peksos Goes to School

1 Nov 2021 | 21.19 WIB Last Updated 2021-11-03T03:29:13Z
Kadinsos Bireuen Bob Mizwar, S.STP, M.Si membuka program Peksos Goes to School di MAN Peusangan, Senin (1/11/2021)
Siswa siswi MAN Peusangan, peserta Program Peksos Goes to School 

KABAR ACEH | Bireuen-  Dinas Sosial Kabupaten Bireuen membuka kegiatan Peksos Goes to School yang akan dilaksanakan selama 5 hari pada 5 sekolah menengah tingkat atas dan pembukaannya dipusatkan di MAN Peusangan, Senin (1/11/2021) bertempat di musalla sekolah setempat.

Maraknya fenomena penyimpangan yang terjadi pada remaja dewasa ini menjadi perhatian khusus dari Peksos, sehingga upaya pendekatan sosialisasi kekerasan pada anak yang dilakukan melalui peksos goes to school perlu dilakukan, disamping sebagai sarana edukasi juga sekaligus untuk memberikan perlindungan secara preventif bagi anak anak remaja usia sekolah agar mereka dijauhkan dari berbagai permasalahan kekerasan pada anak mengingat mereka merupakan aset generasi masa depan harapan bangsa

Kepala MAN Peusangan, yang diwakili Oki Maulana menyampaikan bahwa kegiatan Sakti Peksos Goes to School merupakan kegiatan positif yang perlu didukung untuk meningkatkan pengetahuan siswa, pembangunan karakter sekaligus membangun komunikasi pihak sekolah dengan mitra sekolah guna meningkatkan kualitas peserta didik sebagai generasi harapan bangsa.

"Kedepan perlu dibangun kerjasama yang lebih optimal bersama dinas dinas dan mitra strategis lainnya khususnya yang bersinggungan langsung dengan pembangunan karakter dan pemenuhan hak hak anak" ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Breuen Bob Mizwar, S.STP, M.Si, dalam sambutannya mengatakan, Peksos goes to school merupakan program pemerintah yang menitikberatkan pada upaya preventif atau pencegahan meningkatnya tindak kekerasan pada anak, penyalahgunaan narkoba, pornografi/pornoaksi/pergaulan bebas, dan bullying yang rentan terjadi pada anak anak sekolah.

"Melalui kegiatan sakti peksos ini yang merupakan sarana edukasi dan peningkatan kapasitas (capacity building) serta mendorong pemerintah lebih peka terhadap persoalan persoalan terkait anak. Sehingga forum ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk meningkatkan kerjasama dan sinergitas secara kolaboratif untuk mengantisipasi dan memecahkan berbagai persoalan dan masalah anak secara komprehensif," jelas Bob Mizwar dihadapan 50 siswa siswi sebagai peserta kegiatan, dewan guru dan nara sumber yang berhadir.

"Harapannya adalah anak anak akan terpenuhi hak hak nya sebagaimana tertuang dalam undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, yaitu hidup, tumbuh, berkembang berpartisipasi serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi," terang Kadinsos Bireuen.

Pada kesempatan yang sama, Kepala DPMGPKB Bireuen, Mawardi, S.STP, M.Si melalui Sekretaris Dinas Andri Saputra mengapresiasi kegiatan sakti peksos goes to school yang menitikberatkan perhatiannya pada upaya stop kekerasan pada anak. 

"Acara seperti ini diharapkan dapat menambah pemahaman para siswa tentang berbagai jenis kekerasan pada anak sehingga dengan adanya pemahaman ini tidak menjadikan kekerasan pada anak sebagai fenomena gunung es," pungkas Andri. [SR]


×
Berita Terbaru Update