Notification

×

Iklan

GA Adsense

Desa Tingkeum Manyang Kutablang Gelar Maulid Nabi SAW dan Santuni Puluhan Anak Yatim

19 Okt 2021 | 15.28 WIB Last Updated 2021-10-22T04:18:40Z

Ir. Mawardi, MSM, Keuchik Tingkeum Manyang Kec. Kutablang Kab. Bireuen saat menyerahkan Santunan kepada anak yatim, di halaman Kantor keuchik Desa setempat, Selasa, (19/10/2021)/ Foto: SR




KABAR ACEH | Bireuen- Pemerintah Gampong Tingkeum Manyang Kecamatan Kutablang mengadakan kenduri memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW 1443 H, berlangsung di Meunasah gampong setempat, Selasa (19/10/2021).


Pelaksanaan Kenduri Maulid Nabi SAW di Desa berpenduduk 3.100 jiwa dengan 762 Kepala Keluarga (KK) tersebut, turut berpartisipasi segenap pengurus Karang Taruna Muda Berkarya gampong setempat, perangkat gampong dan para tokoh masyarakat.

Kegiatan Islami yang digelar rutin setiap tahun itu, di isi dengan agenda santunan anak yatim sejumlah 42 orang, yang diserahkan langsung oleh Keuchik Ir. Mawardi, MSM, Ketua Panitia Iswadi, S.Sos serta Tokoh Masyarakat setempat.

Ketua Panitia Pelaksana kegiatan yang juga Ketua KarangTaruna Muda Berkarya desa setempat, Iswadi, S.Sos menyebutkan, pelaksanaan kegiatan kenduri maulid ini juga disertai penyerahan santunan anak yatim piatu, yang merupakan agenda wajib disetiap Maulid.

"Dalam kenduri Maulid ini, kami pengurus Karang Taruna ikut berpartisipasi termasuk dalam penggalangan dana dari masyarakat, dan pedagang keude Kutablang dan para dermawan lainnya untuk santunan anak yatim dalam gampong berjumlah 42 orang. Ini sudah menjadi agenda wajib setiap pelaksanaan Maulid," ungkap Iswadi.

Selain itu, Keuchik Tingkeum Manyang, Ir. Mawardi, MSM dalam sambutannya, mengatakan, pelaksanaan kenduri Maulid kami peringati setiap 12 Rabiul Awal setiap tahunnya. Ini sebagai bentuk memuliakan hari kelahiran Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

"Selain kenduri yang dibawa oleh warga untuk makan bersama di Meunasah, kami juga menyantuni anak yatim, sebagaimana tahun tahun sebelumnya, kali ini berjumlah 42 orang terdiri dari yatim dan piatu. Ini sebagai wujud mencintai dan memuliakan hari kelahiran baginda nabi," ujarnya.

Keuchik Mawardi juga menambahkan, santunan anak yatim sebagai bentuk menteladani suri tauladan nabi besar Muhammad SAW, sebagai utusan Allah SWT yang bertugas menyempurnakan akhlak ummat dan menegakkan agama Islam.

"Santunan ini sebagai salah satu bentuk mengikuti suri tauladan Rasulullah yang sangat menyanyangi, menganyomi dan menyantuni anak yatim. Semoga kita semua menjadi di ummat Nabi Muhammad SAW," terang Keuchik Mawardi. [SR]
×
Berita Terbaru Update