Notification

×

Iklan

GA Adsense

MTQ ke XXXV Kabupaten Bireuen, Piala Bergilir dari Gandapura Diperebutkan

27 Jul 2021 | 23.34 WIB Last Updated 2021-07-28T01:58:00Z




Bupati Bireuen Dr. H Muzakkar A Gani, SH, M.Si saat Menerima Piala Bergilir dari Juara Umum dua kali berturut turut MTQ ke-33 (2016) dan ke-34 (2019) dari Kec. Gandapura, diserahkan Sekda Bireuen Ir. Ibrahim dan disaksikan Camat Gandapura Mirza Fahmi, S STP.M.Si dan Kepala Dinas Syariat Islam Anwar, S.Ag, di Komplek Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Selasa (27/7/2021)



KABAR ACEH | Bireuen-  Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke XXXV Tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2021 M/ 1442 H dibuka Bupati Muzakkar A Gani di komplek Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Selasa (27/7/2021)


Pembukaan MTQ yang akan berlangsung sejak 27 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021 tersebut, turut diiringi tabuh Rapa'i oleh Bupati Bireuen bersama unsur Forkopimda, Ketua LPTQ XXXV dan Kepala Dinas Syariat (DSI) Bireuen. Sekaligus penyerahan piala bergilir dari Juara Umum dua kali berturut turut MTQ ke-33 Tahun 2016 dan MTQ ke-34 Tahun 2019 yang dipegang Kecamatan Gandapura.

Khusus mengenai penyelenggaraan MTQ ke-35 Tingkat Kabupaten Bireuen yang dikuti 589 para Kafilah dari 17 kecamatan, Bupati Muzakkar mengaku, kali ini sangat berbeda dengan ajang yang sama tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini pelaksanaannya disesuaikan dengan menerapkan protokol kesehatan pandemi Covid-19. Tempat pelaksanaannya juga dipisahkan terbagi di tiga lokasi untuk sejumlah cabang yang diperlombakan.

“Pelaksanaan MTQ kali ini tidak ada kerumunan massa, tidak ada pasar malam. Semua jenjang pelaksanaannya, saya harapkan benar-benar mengikuti protokol kesehatan,” pinta Bupati 

Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH, M.Si, juga menyebutkan, Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dan ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah habis untuk digali dan dikaji. Dalam konteks pelaksanaan pembangunan, kegiatan MTQ juga mengemban misi yang sangat mulia dan strategis, yakni untuk menguatkan pembangunan akhlak bangsa.

"MTQ juga menjadi wahana mencetak generasi Qur’ani yaitu generasi yang mencintai Al-Qu’ran, mencintai seni lagu dan tulisan Al-Quran, mencintai isi dan kandungan Al Qur’an, mencintai tuntunan pengamalan nilai dan ajaran Al-Qur’an serta mencintai kandungan budaya Islam yang terkandung dalam Al-Qur’an," terang Bupati Bireuen.

Kepada seluruh dewan hakim, ia mengingatkan agar memberikan penilaian secara objektif dan seadil-adilnya. Tanpa memandang dari mana asal peserta dan tidak terpengaruh dengan hubungan kekeluargaan.

“Mari hilangkan sikap nepotisme dalam penilaian, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan atas nilai yang saudara berikan. Kepada para kafilah selamat mengikuti lomba dan selamat bekerja para dewan hakim," pungkas Muzakkar A Gani.

Pada Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Bireuen, Anwar, S.Ag dalam laporan panitia menyebutkan, pelaksanaan MTQ dilaksanakan pada siang hari, sejak pukul 08.00 pagi hingga 17.00 WIB sore.

“Dikarenakan saat ini masih kondisi pandemi Covid-19, jadi pelaksanaannya tidak dilaksanakan pada malam hari, guna menghindari adanya kerumunan massa atau warga serta para pedagang,” ujar Anwar.

Panitia menggelar perlombaan sebanyak 8 cabang di tiga lokasi, di Kompleks Mesjid Agung Sultan Jeumpa, Kampus IAI Almuslim dan di SKB Cot Gapu Bireuen. [SR]


×
Berita Terbaru Update