Notification

×

Iklan

GA Adsense

Sambangi Korban Rumah Ambruk di Cot Puuk, KPB Bantu Sembako dan Siap Bangun Rumah Jika Ada Lahan

8 Mei 2020 | 06.23 WIB Last Updated 2020-08-08T17:47:28Z


Koordinator Kami Peduli Bireuen (KPB) Bripka Deni Putra saat Berdialog dengan Keuchik Gampong Cot Puuk, A Thaleb AR, Kamis (7/5/2020) di Lokasi Rumah Ambruk milik Razali (Isteri dan 4 Anaknya), Cot Puuk, Kec.Gandapura.

KABAR ACEH | Bireuen Komunitas Kami Peduli Bireuen (KPB) menyalurkan bantuan berupa bahan pokok kepada keluarga miskin korban rumah ambruk diterjang angin kencang serta hujan deras di desa Cot Puuk Kecamatan Gandapura yang terjadi pada Selasa (5/5/2020) sekira pukul 23.15 WIB malam.

Bantuan tersebut diserahkan koordinator KPB Bripka Deni Putra, Kamis (7/5/2020) ketika menyambangi langsung lokasi rumah ambruk dan keluarga korban yang sedang berada di tempat penampungan sementara di desa setempat.

Koordinator KPB, Bripka Deni Putra saat Menyerahkan Bantuan Bahan Pokok untuk Aisyah dan Keluarga Korban Rumah Ambruk di Gampong Cot Puuk Kec. Gandapura

Dikatakan Deni, keluarga Aisyah sangat layak dibantu sebuah rumah karena memang keluarga miskin dan belum mendirikan rumah sendiri, bahkan diketahui pertapakan rumahnya masih diatas tanah orang lain.

"Kami dari KPB siap membantu (membangun-red) satu unit rumah semi permanen, bila Aisyah memilki lahan untuk didirikan rumah, dan ini tadi sudah kami sampaikan kepada Keuchik" sebut Deni.

Pada kesempatan yang sama, Keuchik Gampong Cot Puuk, A Thaleb AR mengatakan, untuk sementara ini Razali dan isterinya Aisyah  beserta empat anaknya tinggal di tenda darurat yang lokasinya berdekatan dengan balai pengajian yang sedang dibangun.

"Saat ini mereka (Razali dan keluarga) tinggal di tempat penampungan sementara dekat dengan balai pengajian gampong yang sedang dibangun," kata A Thaleb.

Lanjutnya, pertapakan rumah mereka bukan tanah miliknya, kami sudah berupaya mencarikan tanah rumah mereka, baik dilokasi ini maupun ditempat lain dalam wilayah desa Cot Puuk.

"Pertapakan tanah rumah yang ambruk, bukan milik mereka. Kami sudah berusaha memfasilitasi mencarikan tanah untuk dibeli, baik dilokasi ini maupun ditempat lain" terang Keuchik A Thaleb yang baru setahun menjabat itu saat berbincang dengan Koordinator KPB Bripka Deni dilokasi rumah ambruk tersebut.

Selain itu, saat dikonfirmasi kembali oleh kabaraceh.co, usai Shalat Terawih, Kamis (7/5) sekira pukul 22.00 WIB malam, terkait ketersediaan lahan rumah untuk Razali , Keuchik A Thaleb mengungkapkan, sudah kami telusuri dan tanyakan kepada beberapa warga yang memiliki lahan kosong, namun belum ada yang bersedia menjualnya. 

"Hingga saat ini belum ada warga yang bersedia menjual tanah. Kami sudah jajaki, namun belum ada yang menjual, tapi kami terus berusaha mencarikannya," ujar Keuchik.

Ia menambahkan, sejak menjabat Keuchik setahun lalu, ia juga sudah sampaikan kepada keluarga bersangkutan untuk segera mencarikan tanah rumah, agar bisa dibantu bangun rumah, baik dengan dana desa maupun diurus bantuan ke kabuputen. Jadi bukan kami tidak peduli, karena syarat bangun rumah memang harus diatas tanah sendiri. Bahkan tahun 2018 lalu dengan Dana Desa, Gampong Cot Puuk sudah membangun dua rumah permanen untuk warga miskin diatas tanah mereka sendiri,"

"Bukannya kami pemerintah gampong tidak peduli, setahun lalu disaat awal menjabat, saya sudah beritahukan kepada keluarga Razali untuk mencarikan lahan rumah, agar bisa dibantu bangun rumah dengan dana desa atau di urus ke kabupaten bahkan provinsi. Karena salah satu syaratnya, ya punya tanah sendiri. Malahan tahun 2018 dengan Dana Desa, Gampong Cot Puuk sudah membangun dua unit rumah permanen untuk warga miskin, diatas tanah mereka sendiri tentunya," kisah Keuchik A Thaleb AR. [SR]


×
Berita Terbaru Update