Notification

×

Iklan

GA Adsense

Bocah 3 Tahun Tenggelam di Sungai Kecamatan Makmur Belum Ditemukan

8 Mei 2020 | 22.05 WIB Last Updated 2020-08-09T03:19:15Z
Kondisi salah satu Rumah Warga Tergenang Banjir Luapan  

KABAR ACEH | Bireuen-  Seorang bocah dikabarkan terseret arus sungai dan tenggelam di Desa Blang Dalam Kecamatan Makmur, Jumat (8/5/2020) sore.

Bocah bernama Nafisa yang masih berusia 3 (tiga) tahun tersebut, saat peristiwa terjadi, korban sedang bermain di pinggir sungai, dan luput dari perhatian orang tuanya. Kemudian korban terpeleset dan terjatuh ke sungai. 

Hal tersebut dikatakan Kepala BPBD Bireuen, Teguh Mandiri Putra, S.STP dalam laporan Bencana TRC PB/ Pubdalops- PB, BPBD Kabupaten Bireuen, diterima media ini, Jumat (8/5/2020) pukul 20.00 WIB.

"Satu orang tenggelam di Desa Blang Dalam atas nama Nafisa usia 3 (tiga) tahun. Korban saat peristiwa tersebut sedang bermain main dipinggiran sungai, luput dari perhatian orang tuanya, korban tiba-tiba terpeleset dan terjatuh ke sungai. Sampai saat ini kondisi korban belum diketahui dan belum ditemukan," sebut Teguh.

Sementara diperoleh informasi, sejak kejadian itu, Tim SAR Bireuen sudah menuju lokasi, guna melakukan pencarian bocah naas yang tenggelam terseret arus sungai sekira pukul 17.00 WIB sore itu.

Selanjutnya Kepala BPBD Bireuen, menambahkan, hujan dengan intensitas tinggi juga mengakibatkan naiknya debit air di beberapa sungai di Kabupaten Bireuen.

Kecamatan Juli, terjadi banjir luapan di Desa Batee Raya dan Jalan Raya Bireuen-Takengon, banjir diakibatkan meluapnya saluran irigasi desa setempat. Air diperkirakan mencapai ketinggian 30 Cm sampai 40 Cm.

Hal sama juga terjadi di Kecamatan Kota Juang, banjir luapan terjadi di Desa Meunasah Capa Bireuen, banjir tersebut diakibatkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya air saluran pemukiman. Air diperkirakan mencapai ketinggian 20 Cm sampai 30 Cm.

Sementara di Kecamatan di Peusangan Siblah Krueng, banjir luapan terjadi di Desa Paloh Mampree, banjir tersebut diakibatkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya saluran pemukiman. Air diperkirakan mencapai ketinggian 30 Cm sampai 50 Cm dan terjadi tanah longsor.

Kecamatan Peusangan, banjir luapan terjadi di Desa Cot Bada Barat, banjir tersebut juga diakibatkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya saluran pemukiman. Air diperkirakan mencapai ketinggian 20 Cm sampai 30 Cm.

Kecamatan Peusangan Selatan, banjir luapan terjadi di Desa Keude Asan. Air diperkirakan mencapai ketinggian 20 Cm sampai 30 Cm. Sedangkan di Kecamatan Peudada hujan deras membuat air di Desa Ikue Alue sudah melewati badan jalan.

Terkait kondisi ini, Teguh Mandiri Putra menjelaskan, pihaknya terus memantau sejumlah sungai yang di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Bireuen, dimana rata-rata dalam kondisi diatas normal dengan aliran sungai yang deras.

"Krueng Leubu, Krueng Peusangan, Krueng Peudada, Krueng Teupi Mane Juli, Krueng Nalan Peulimbang, Krueng Jeunieb, Krueng Pandrah dan Krueng Batee Iliek Samalanga, semua dalam kondisi diatas batas normal dengan aliran sungai deras," ungkapnya. [SR]
×
Berita Terbaru Update