Notification

×

Iklan

GA Adsense

Plt.Bupati Bireuen Dinilai Lambat Salurkan Sembako, USM: Jangan Tunda Hak Rakyat

23 Apr 2020 | 22.04 WIB Last Updated 2020-08-08T17:34:53Z


Usman Sulaiman (USM) Anggota DPRK Bireuen dari PKB/ Ketua DPC PKB Bireuen


KABAR ACEH | Bireuen- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen Usman Sulaiman (USM) sangat kecewa dengan Plt.Bupati Bireuen Dr.Muzakkar A.Gani, SH., M.Si atas lambatnya proses pembagian sebanyak 40.259 paket sembako bantuan Pemkab kepada warga Bireuen yang terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRK Bireuen ini mengungkapkan, puluhan ribu paket tersebut dibeli dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen, artinya paket itu dibeli dengan uang rakyat. 

"Saya harus mengawasinya, baik dari aspek ketepatan waktu, efesiensi, tepat sasaran dan juga memastikan kualitas pangan yang diterima rakyat memenuhi standar kesehatan yang diperlukan, ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Sebab itu pemerintah harus lebih siap, sigap, serius dan bergerak cepat, tidak boleh lambat," tegas Usman Sulaiman kepada kabaraceh.co, Kamis (23/4/2020).

Menurut politisi muda asal Cot Trieng Kuala itu, keterlambatan gerak Plt.Bupati saat ini telah berakibat pada tertundanya pemenuhan hak rakyat, ini kesalahan fatal yang tidak boleh ditolerir. Sepatutnya paket tersebut sudah harus diterima oleh rakyat 2 (dua) hari sebelum "meugang" dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

"Lambannya gerak Plt Bupati Bireuen dalam penyaluran bantuan sembako Pemkab ke masyarakat Bireuen, merupakan kesalahan fatal dan berakibat tertundanya pemenuhan hak rakyat. Seharusnya dua hari sebelum meugang sudah diterima warga," terang USM

Ketua DPC PKB Bireuen ini juga mengatakan, bahwa ada informasi 40.259 paket tersebut sudah ada di gudang dan tidak boleh dibiarkan menumpuk lama di sana, jadi makanan tikus, harus segera didistribusikan kepada orang yang berhak, mereka sangat menantikan bantuan ini.

"Sejumlah 40.259 paket sudah menumpuk di gudang, dan tidak bisa biarkan lama menumpuk agar tidak jadi makanan tikus, harus segera didistribusikan kepada masyarakat yang berhak, karena telah menanti," ungkapnya.

USM juga meminta, data penerima harus benar- benar valid supaya tidak tumpang tindih. Kepada Plt Bupati Bireuen agar menciptakan kerja kolektif semua elemen pemangku kebijakan dalam penanganan Covid-19 ini.

"Datanya harus valid sehingga tidak tumpang tindih, disini perlu keterlibatan Keuchik dan perangkat gampong untuk proses validasi data, Babinsa dan Bhabinkamtibmas bisa juga diajak untuk membantu mempercepat proses distribusi, intinya saya minta Plt. Bupati untuk membangun kerja kolektif semua pemangku kepentingan dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 ini." 

Selain itu, legislatif dari PKB yang selama inidikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah yang kontra dengan aspirasi rakyat, menyarankankan agar proses distribusi sembako bantuan milik rakyat ini disederhanakan agar efektif, cepat dan tepat sasaran. 

"Sebenarnya tidak ada alasan proses distribusi ini lambat, jika Plt.Bupati mau menggunakan hirarkhi organisasi pemerintah secara tepat, jadi saudara Plt.Bupati hanya mengendalikan Dinas terkait dan 17 Camat saja, lalu dari Camat dapat dibantu oleh Keuchik dan melibatkan Babinsa serta Bhabinkamtibmas untuk mendistribusikan langsung ke tiap rumah penerima manfaat di masing-masing gampong. Sehingga sembako bantuan Pemkab tersebut akan habis terbagi satu hari sebelum ramadhan," pungkas Usman Sulaiman yang kini akrab dengan sapaan USM. [SR]

×
Berita Terbaru Update