Notification

×

Iklan

GA Adsense

Cegah Covid-19, Desa Cot Jabet Gandapura Sediakan Tempat Isolasi Warga Perantau

31 Mar 2020 | 20.09 WIB Last Updated 2020-08-09T03:28:29Z
Relawan Desa yang Dibantu Tim Damkar Kutablang sedang Melakukan Penyemprotan Desinfektan, Selasa (31/3/2020)


KABAR ACEH | Bireuen- Pemerintah Gampong Cot Jabet Kecamatan Gandapura, melalui Satgas Covid-19 dan relawan desa melakukan penyemprotan desinfektan lokasi bangunan yang direncanakan untuk isolasi warga setempat yang baru berpulang dari perantauan, sebagai upaya penanggulangan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Selasa (31/3/2020) 

Lokasi penyemprotan sejak pukul 10.30 WIB siang tersebut juga dibantu tim dan 1 (satu ) unit Damkar Pemkab Bireuen dari Pos Pembantu Kutablang, di Kantor Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Gandapura, desa setempat. Penyemprotan juga dilakukan di tempat publik, meunasah, kantor Keuchik dan sejumlah rumah warga.

Kantor BPP Gandapura yang selama ini Terbengkalai akan Digunakan Sementara untuk Tempat Isolasi Warga Perantau di Desa Cot Jabet, Selasa (31/3/2020)

Keuchik Gampong Cot Jabet, Maulidar, S.Pd, kepada Kabar Aceh, Selasa (31/3/2020) mengatakan, "Penyemprotan ini dilakukan atas permintaan warga untuk menyediakan tempat isolasi atau karantina lokal guna menampung warga Cot Jabet yang baru berpulang dari perantauan. Menurut kabar dari beberapa keluarga perantau, mereka berjumlah sepuluh orang, kemungkinan akan tiba dalam 2 hari ini di Gampong," sebut Keuchik yang didampingi Sekdesnya Dahlan.

Menurut Maulidar, "ini salah satu solusi yang kami tempuh setelah berkoordinasi dengan Tuha Peut dan perangkat gampong serta Muspika. Dalam proses desinfeksi tadi juga turut disaksikan Bhabinkamtibmas Polsek Gandapura, Babinsa Koramil Gandapura dan Bidan Desa"

Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat ikut Berpartisipasi 

"Sebelumnya, lanjut Maulidar, mengenai pemakaian tempat sudah kami minta izin pada Kepala BPP Gandapura, lagian kantor sudah lama tidak terpakai, jadi harus kami bersihkan dulu dan disemprot bahan desinfektan guna mencegah bakteri maupun berjangkit Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19) yang kita takutkan selama ini", terang Maulidar, Keuchik Termuda di Gandapura dikala Pilkades beberapa tahun lalu.

Diketahui, sesuai data resmi Situasi virus corona (COVID-19) 31 Maret 2020, scera Global Negara/ Kawasan terdampak sejumlah 204 negara, Jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 697.244 kasus dan angka kematian 33.257 jiwa.

Sedangkan di ndonesia, yang positif terinfeksi berjumlah 528 orang, sembuh 81 orang dan 
Meninggal 136 orang. Sedangkan di Kabupaten Bireuen menurut data dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Bireuen per 30 Maret 2020, sebanyak 31 Orang Dalam Pantauan (ODP) dan  0 terinfeksi.

Sementara itu, kegiatan penyemprotan desinfektan tersebut hampir serentak dilakukan disejumlah desa seluruh Indonesia yang dianggap rawan terjangkit Covid-19, bahkan kan beberapa hari ini hampir sebagian dari 609 desa di Bireuen melakukan hal yang sama.

Kegiatan desinfeksi ini menyahuti Surat Edaran Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI Nomor 8 Tahun 2020 tanggal 24 Maret, tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa (PKTD), Surat Edaran Gubernur Aceh tahun 2020 tentang Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 untuk PKTD, Pencegahan Covid-19 dan Desa Tanggap/ Siaga Covid-19.
Serta Surat Edaran Bupati Bireuen, Nomor 339 Tahun 2020 tanggal 27 Maret, tentang Penggunaan Dana Desa Untuk Pencegahan Covid-19 dan Penguatan Ekonomi Masyarakat 

Keuchik Maulidar, menambahkan, "kegiatan ini kami pakai Dana Desa (DD), walau belum cair DD Tahap I, terpaksa kami bon di toko untuk biaya pengadaan bahan bahan desinfektan, akomodasi Satgas Covid-19, relawan desa yang mulai bertugas dan biaya lainnya sesuai RAB kegiatan, yang tetap merujuk pada Surat Edaran Mendes PDTT, Surat Edaran Gubernur Aceh dan Surat Bupati Bireuen terkait Penggunaan Dana Desa Untuk Pencegahan Covid-19 dan Pembentukan Satgas Covid-19," terangnya.

"Mengenai kebutuhan pokok warga yang akan di isolasi atau karantina lokal nanti, ya ditanggung dengan dana desa yang besarannya sesuai kebutuhan," pungkas Keuchiek Maulidar. [SR]








×
Berita Terbaru Update