Wakil Ketua I MAA : Generasi Muda Aceh Harus Jadi Pelopor Dalam Memajukan Peradaban Aceh

Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan salah satu pilar bangsa yang sangat penting. Pemuda adalah asset yang menjadi tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa. Generasi muda menjadi komponen penting yang perlu dilibatkan dalam pembangunan sebuah bangsa. 

Hal ini dikarenakan generasi muda memiliki fisik yang kuat, daya resap pengetahuan baru yang baik, inovatif dan juga memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi. Tanpa adanya peran pemuda sebuah bangsa akan sulit mengalami perubahan.

Hal ini dapat dilihat dari eksistensi Bangsa Indonesia, dimana sejarah telah mencatat bahwa peran kaum muda sangat signifikan dalam perjuangan kemerdekaan, dan juga pembangunan pasca kemerdekaan hingga saat ini. Deklarasi Sumpah Pemuda, merupakan salah satu bukti bahwa pemuda di negeri kita tercinta ini. Lahirnya sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 menjadi tonggak utama dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Islam juga memandang pemuda sebagai orang-orang yang mempunyai motivasi tinggi untuk memajukan peradaban dan sebagai pemuda yang diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menegakkan peradaban. Di dalam Al-Qur'an dan juga sejarah perjuangan Rasulullah membumikan Agama Islam telah menyebut banyak kisah tentang peran pemuda yang patut menjadi contoh.

Begitu juga dalam sejarah Aceh, eksistensi pemuda sangat penting dalam setiap fase peradaban. Atas dasar ini lah mestinya Generasi Muda Aceh saat ini tetap menjadi pelopor dalam memajukan peradaban Aceh, tidak hanya dalam proses pembangunan fisik, tapi juga dalam aspek melestarikan budaya serta Adat Istiadat yang telah diwariskan oleh para pendahu kita.

Wakil Ketua I Majelis Adat Aceh (MAA), Tgk Yusdedi mengharapkan kaum muda harus menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian Adat dan Adat Istiadat di Aceh. Peran serta masyarat Adat dalam memajukan kebudayaan Aceh juga penting dalam mendidik generasi muda Aceh untuk memahami tradisi adat Aceh yang beragam sehingga melahirkan pribadi-pribadi yang religius, inovatif, dan menghargai keragaman yang ada di Aceh.

Hal ini disampaikan Tgk Yusdedi saat acara Pembinaan Pemuda Pelopor Adat Angkatan II yang dilaksanakan di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, pada tanggal 7-9 Agustus 2022 yang diikuti puluhan peserta dari Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Pelatihan Pemuda Pelopor Adat ini merupakan upaya Majelis Adat Aceh (MAA) untuk membentengi generasi muda Aceh dari infiltrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan adat itiadat Aceh yang dikenal sopan, religious, dan islami, serta sebagai upaya untuk melahirkan generasi muda Aceh yang peduli terhadap eksisitensi Adat dan Adat Istiadat yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh.

Pembinaan Pemuda Pelopor Adat diharapkan juga menjadi aset dalam upaya membangun karakter bangsa dengan visi ke-Acehan yang bermartabat dan meuadab, sehingga kedepan generasi muda Aceh dapat memahami tradisi leluhur, adat istiadat, yang saat ini dikenal dengan kearifan lokal yang ada sejak zaman leluhur hingga saat ini.

Pembinaan Pemuda Pelopor Adat Angkatan II mengambil tema "Melalui Generasi Muda Kita Tingkatkan Kualitas Adat/Adat Istiadat Menuju Aceh yang Bermartabat dan Meuadab" diharapkan mampu memupuk semangat di kalangan pemuda untuk menjadi agen pelestarian Adat dan Adat Istiadat yang telah menjadi bagian dari peradaban bangsa Aceh sejak zaman Kesultanan Aceh Darussalam.
 
"Kita mengharapkan anak-anak Aceh menjadi pemimpin Bangsa kedepan, maka harus kita persiapkan mentalitas, kepeloporan, kepemimpinan, yang memiliki daya tahan yang teruji dalam membangun bangsa dengan karakteristik ke-Acehan yang religius, peduli terhadap kekayaan khazanah peradaban yang telah dibangun oleh para pendahulu kita," harapnya. [Adv]
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru