Pembinaan Pemuda Pelopor Adat, Bukti Kepedulian MAA Terhadap Warisan Adat-Istiadat Aceh

Perkembangan teknologi dan informasi yang terus berkembang pesat setiap tahunnya telah mewarnai kehidupan masyarakat dunia, tak terkecuali Aceh. Tatanan kehidupan sosial juga mulai berubah seiring perkembangan teknologi dan informasi, sehingga nilai-nilai adat istiadat yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Aceh mulai tergerus dengan budaya barat.

Generasi muda yang kehidupannya dihadapkan pada tatanan dunia modern saat ini seperti acuh tak acuh dengan nilai-nilai budaya dan adat istiadatnya sendiri yang menjadi warisan kekayaan Aceh dari nenek moyangnya.

Kondisi ini bila tak ada perhatian serius dari Pemerintah, maka lambat laun budaya dan adat istiadat Aceh yang berlandaskan nilai-nilai Islam akan hilang ditelan zaman. 

Untuk menjaga kelestariannya maka butuh pembinaan terhadap generasi muda tentang pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya dan adat itiadat. Karenanya masa depan Aceh tergantung bagaimana kita saat ini mewariskan khasanah kekayaan Aceh kepada generasi muda sekarang.

Lembaga keistimewaan Aceh yang mencakup Majelis Adat Aceh (MAA), Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Majelis Pendidikan Aceh (MPD), dan Baitul Mal harus berkolaborasi merencanakan secara sistematis dan berkelanjutan akan program pewarisan khasah kekayaan Aceh diantaranya pembinaan pemuda Pelopor Adat. Program pembinaan pemuda Pelopor Adat ini penting digalakkan setiap tahun supaya lahir generasi muda Aceh yang menjadi pelopor Adat dan Adat Istiadat di kalangan masyarakat.

Menyadari pentingnya melestarikan budaya dan adat istiadat, MAA Aceh yang memiliki fungsi dan peran dalam penyelenggaraan kehidupan Adat dan Adat Itiadat dalam kehidupan masyarakat telah bergerak untuk melakukan pembinaan Pemuda Pelopor Adat. Seperti yang baru-baru ini dilakukan MAA Aceh di Kota Lhokseumawe yang juga mencakup puluhan peserta dari Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan pembinaan Pemuda Pelopor Adat dengan tema "Melalui Generasi Muda Kita Tingkatkan Kualitas Adat/Istiadat Menuju Aceh yang Bermartabat dan Meuadab" ini berlangsung di Aula Hotel Lido Graha, dan dibagi dalam dua Angkatan. Angkatan I berlangsung selama dua hari, 5-6 Agustus 2022, sedangkan Angkatan II dilaksanakan dari tanggal 7-9 Agustus 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kolektif Kolegial Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh, Tgk Yusdedi berharap kegiatan pembinaan Pemuda Pelopor Adat dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat Aceh. Kegiatan ini, katanya, memiliki tujuan utama yaitu adanya pengkaderan regenerasi setiap kampung/desa, minimal satu sampai dua orang, agar Adat dan Adat Istiadat dapat terjaga kelestariannya.

"Anak muda Aceh harus mampu tampil sebagai pengganti para kaum tua, karena zaman menuntut hal tersebut. Regenasi ini akan dapat selalu terjaga dengan baik dengan dukungan semua pihak. Dukungan kaum tua, merupakan hal yang utama, dengan mampu mendidik, memberikan nasehat dan memberikan dukungan dengan penuh keikhlasan bagi kaum muda," katanya.

Tgk Yusdedi juga mengingatkan kaum muda agar tidak berfikiran bahwa Adat dan Adat Istiadat itu hanya urusan kaum tua saja, tapi kaum muda harus berperan aktif dalam menjaga warisan khazanah dari leluhur Aceh. Yusdedi bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga dan melestarikan Adat dan Adat Istiadatnya sendiri. 

"Karena itu sangat penting keterlibatan aktif kaum muda sebagai generasi penerus Bangsa dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur kita ini," pungkasnya.

Sementara Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA), Darmansah pada acara penutupan Pembinaan Pemuda Pelopor Adat Angkatan II, Selasa (9/8/2022) mengatakan, Pembinaan Pemuda Pelopor Adat adalah bukti kepedulian MAA terhadap pewarisan adat-istiadat Aceh kepada generasi muda supaya para pemuda dan pemudi Aceh memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya memajukan adat istiadat dilingkungan komunitas sosial kemasyarakatan dan dapat memperkenalkan warisan kebudayaan Aceh pada dunia luar.

Darmansah mengharapkan Permuda Pelopor Adat dapat meningkatkan kualitas individu, keteladanan, kepemimpinan, dan kepeloporan di tengah-tengah komunitas masyarakat Adat. "Pembinaan ini difokuskan, pertama kepada pembinaan Pendidikan Adat, kedua Religiusitas, Sosial, dan kebudayaan, ketiga Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, Keempat Ketersediaan/ketahanan Pangan dan Inovasi Tehknologi Multi Sektoral. Terakhir mengembangkan potensi kepeloporan Pemuda Adat dalam berbagai bidang yang berbasis isu-isu strategis dan sumber daya local," ujarnya.

Pada kesempatan Lain Usfah Herlinda, sebagai Panitia Pelaksana menjelaskan bahwa Pembinaan Pemuda Pelopor Adat ini menghadirkan Pemateri antara Lain Tgk. Yusdedi, S.Pd. (Wakil Ketua I Majelis Adat Aceh), Dr. Ibrahim Bewa, M.Pd, (Ketua Bidang Adat Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Utara), Drs. Usman, M.Pd, (Ketua Majelis Adat Aceh Kabupaten Aceh Utara), Dr, Hamdani, S.Ag, MA (Akademisi Universitas Malikussaleh), dan Darmansah, S.Pd, MM (Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh).

Tgk Iskandar, salah satu peserta Pembinaan Pemuda Pelopor Adat mengharap agar kedepan pelatihan ini terus berkelanjutan. Dia menyampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada Majelis Adat Aceh (MAA) yang peduli terhadap pembinaan masyarakat adat Aceh. [Adv]
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru