Disperindag Aceh : Harga TBS Sawit Naik, Ekonomi Petani Sawit akan Meningkat


BANDA ACEH - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh menyambut baik peningkatan harga TBS dalam dalam bulan Agustus ini, mengingat masyarakat Aceh banyak yang berprofesi sebagai petani sawit sehingga akan meningkatkan pendapatan ekonominya.

Kepala Disperindag Aceh, Ir. Muhammad Tanwier melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Marzuki, SE, MM Dia menilai kenaikan harga TBS tak lepas dari telah dibukanya kran ekspor Crude Palm Oil/CPO oleh pemerintah, dimana meredanya dampak pandemi Covid-19 serta tumbuhnya perekonomian global membuat permintaan komoditas semakin meningkat.

"Ini sangat mengenbirakan bagi masyarakat hari ini, dulu memang diberhentikan ekpor, sehingga CPO tidak dibawa kemana-mana hanya di dalam negeri saja, maka harga akan jatuh dan dampaknya ke masyarakat petani sawit," jelas Marzuki.

Menurut Marzuki, petani sawit di Aceh sangat banyak bahkan di wilayah Barat-Selatan seperti di Kabupaten Abdya sudah memiliki pabrik-pabrik pengolahan CPO milik perusahaan swasta.

"Artinya kalau harga CPO turun sangat berpengaruh dengan rakyat Aceh yang mengantungkan hidupnya di sektor petani sawit. Bahkan, ini salah satu yang membuat masyarakat miskin, tapi dengan dibukanya ekspor tentu sangat berpengaruh terhadap pendapatan petani sawit di Aceh," ujarnya.

Marzuki menilai jika harga CPO terus naik maka secara signifikan masyarakat miskin Aceh akan menurun drastis bahkan akan naik kelas menjadi masyarakat menengah.

Itu sebabnya, Disperindag Aceh akan terus melakukan terobosan-terobosan guna menjaga harga kelapa sawit tidak jatuh sehingga akan mengurangi masyarakat miskin di Aceh dengan harapan Aceh tidak lagi masuk sebagai provinsi paling miskin di Indonesia.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta agar pengusaha membeli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik masyarakat di atas harga Rp 2.000 pekan depan. Zulhas menilai, harusnya harga TBS bisa naik karena pemerintah melalui Menteri Keuangan sudah mencabut pungutan ekspor.

"Artinya sawit per kilo pemerintah sudah kasih Rp 600. Jadi kalau harga kemarin Rp 1.200 tambah Rp 600 bisa jadi Rp 1.800. Kedua, hari ini sudah saya tanda tangan harga kemarin untuk bea keluarnya 288 dolar AS, sekarang cuma 50 dollar AS lebih. Artinya ada Rp 640 lagi sehingga ditambah Rp 1.800, harga TBS bisa Rp 2.440," kata Zulhas, saat mendatangi Pasar Angso Duo Jambi, Selasa (2/8/2022).

Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menyatakan, memasuki minggu kedua bulan Agustus 2022 ini, harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh terus bergerak naik, baik yang berada di wilayah pantai barat - selatan Aceh maupun pesisir pantai – timur Aceh.

"Harganya berada pada kisaran Rp 1.100 - Rp 1.500/Kg, sebelumnya Rp 600 – Rp 800/Kg. Sedangkan CPO naik dari Rp 7.000/Kg menjadi di atas Rp 10.000/Kg," sebut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir Cut Huzaimah MP yang didampingi Kabid Perkebunan Cut Regina, Jumat (11/8/2022).

Cut Huzaimah mengatakan, untuk sementara ini, harga TBS sawit petani di Aceh yang paling tinggi dibeli perdagangan pengumpul dan PKS terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang yaitu Rp 1.400 – Rp 1.500/Kg, kemudian di Bireuen dan Aceh Utara Rp 1.350 – Rp 1.500/Kg, Aceh Timur Rp 1.350 – Rp 1.400/Kg.

Sedangkan untuk wilayah pantai barat – selatan Aceh, tertinggi pembelian TBS sawit petani terjadi di Aceh Singkil Rp 1.250 - Rp 1.350/Kg. Nagan Raya dan Aceh Barat 1.100 - Rp 1.200/Kg, Abdya lebih tinggi sedikit dari Nagan Raya dan Aceh Barat mencapai Rp 1.250/Kg, Aceh Selatan masih berkisar Rp 1.100/Kg.

Seorang pedagang minyak goreng di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar Aldy, menyampaikan, harga jual eceran minyak goreng memasuki minggu kedua Agustus ini sudah meningkat menjadi Rp 12.500/Kg, dari sebelumnya Rp 11.800/Kg.

Menanggapi laporan dari pedagang minyak goreng curah tersebut, kata Cut Regina, harga jual minyak goreng curah kelapa sawit minggu ini bergerak naik, dampak langsung dari kenaikan harga jual CPO di PKS.

"Bahan baku minyak goreng curah kelapa sawit itu, dari CPO. Jadi, bila harga CPO nya sudah meningkat, harga jual minyak goreng curah kelapa sawitnya ikut naik juga,"ujar Cut Regina.

Kakanwil Ditjen Bea dan Cukai Aceh, Dr Safuadi memalui Humasnya Ari Subagio yang dimintai penjelasannya terkait ekspor CPO, volume ekspor CPO dari Aceh Januari – Juli 2022 menyebutkan baru mencapai 10.107 metrik ton dengan nilai 10,831 juta dollar AS miliar.

Volume ekspor CPO sebanyak 10.107 metrik ton itu, kata Ari Subagio, yang dicatat Kanwil Ditjen Bea Cukai Aceh dari pemuatan, di dua Pelabuhan Laut Lokal di Aceh, yaitu Pelabuhan Laut Calang sebanyak 6.400 metrik ton, dengan tujuan negara India dan Pelabuhan Lhokseumawe sebanyak 3.707 ton dengan tujuan negara Singapura.

Kita harapkan, dengan telah kembalinya dibuka ekspor CPO dan Cina akan impor 1 juta ton CPO dari Indonesia, volume ekspor CPO dari Pelabuhan Laut Lokal di Aceh, bisa bertambah, minimal sama dengan volume ekspor tahun lalu. Pada tahun 2021 lalu, volume ekspor CPO dari Januari – Desember dari Aceh, mencapai 41.811 metrik ton dengan nilai 35 juta dolar AS, negara tujuan Singapura dan Jepang. [Adv]
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru