Notification

×

Iklan

GA Adsense

Rumah Kemasan Disperindag Aceh Layani Produk Industri Kecil dan Menengah (IKM)

10 Mei 2022 | 19.51 WIB Last Updated 2022-06-08T07:39:11Z

BANDA ACEH - Sekda Aceh, dr Taqwallah M.Kes, bersama Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh, Amirullah, pada hari Selasa (10/5/2022), meninjau UPTD Rumah Kemasan Disperindag Aceh, yang berada di jalan Pocut Baren, Kota Banda Aceh.

"Tujuan kita meninjau UPTD Rumah Kemasan itu, untuk melihat kondisi mesin dan tempat operasional apakah sudah sesuai standar atau belum, untuk dibenahi kembali," kata Taqwallah, usai meninjau UPTD Rumah Kemasan Disperindag Aceh, Selasa (10/5).

Kehadiran rumah kemasan itu, kata Taqwallah, untuk membantu industri kecil dan menengah (IKM) yang bergerak dalam bidang usaha makanan dan minuman, kerajinan serta jasa lainnya yang membutuhkan stiker, kotak dan jasa merek serta produk lainnya, bisa dicetak di UPTD Rumah Kemasan Disperindag Aceh tersebut.

Dalam UPTD itu, kata Taqwallah, banyak mesin kemasan yang sudah kita adakan sesuai permintaan dan peruntukannya untuk memenuhi kebutuhan stiker dan kotak kemasan dagang IKM.

Apakah semuanya sudah dioperasikan dengan baik untuk mencapai nilai keekonomian usahanya, untuk membantu IKM agar produknya memiliki kemasan yang bagus, supaya menarik konsumen untuk membelinya.

Salah satu dari fungsi dari kemasan itu, kata Taqwallah, adalah untuk menarik konsumen melihat dan membeli sebuah produk. Produk makanan dan minuman pabrikan bisa cepat mendapat pasar konsumen, bukan karena rasanya saja yang enak, tapi juga karena pengaruh kemasannya bagus dan menarik.

Mesin kemasan itu, lanjut Taqwallah, harganya cukup mahal, mencapai ratusan juta rupiah, bahkan ada yang miliaran rupiah. "Sementara kemampuan keuangan pelaku usaha IKM dan UKM kita sangat terbatas, di sini perlu masuk Pemerintah Aceh untuk membantu mengemas produk makan dan minuman yang mereka produksi, agar bisa bersaing dengan produk makanan dan minuman pabrikan dari luar Aceh, seperti dari Sumut dan Pulau Jawa," ujarnya.

Pemerintah Aceh berharap, kata Sekda Taqwallah, semua peralatan permesinan kemasan yang ada di UPTD Rumah Kemasan Disperindag Aceh ini, dioperasionalkan secara maksimal untuk kegunaannya dan dipelihara dengan bagus secara berkala dan terjadwal.

Jangan terus dioperasikan, tanpa ada pemeliharaan yang terjadwal. Dan juga, operasional kegiatan di UPTD Rumah Kemasan Disperindag Aceh ini, jangan seperti pelaksanaan proyek, habis anggaran, habis kegiatannya. Ia harus bisa menjadi satu unit usaha yang berkelanjutan, yang memberikan keuntungan bagi pihak yang mengoperasikan serta memberikan kontribusi yang besar bagi Pendapatan Asli Aceh (PAA), di samping berfungsi membantu IKM.

Kontribusinya terhadap PAA, kata Taqwallah, perlu terus ditingkatkan, diseimbangkan dengan dana operasional yang disalurkan untuk kegiatan ini. Karena hampir setiap tahun, ada penambahan dan pembaharuan peralatan mesin dan jasa usaha yang dikelola dan dioperasikan di UPTD Rumah Kemasan Disperindag Aceh ini.

Sementra itu, Kadisperindag Aceh, Ir Mohd Tanwier MT yang menyambut kedatangan kunjungan Sekda Aceh ke UPTD Rumah Kemasannya menyampaikan kepada Sekda Aceh, di UPTD Rumah Kemasan ini, ada delapan layanan jasa usaha.

Pertama jasa konsultasi desain kemasan, kedua cetak stiker label/merek kemasan, ketiga jasa sablon plastik, keempat jasa sablon goni, kelima jasa sablon goodie bag, keenam jasa sablon kemasan jadi, ketujuh jasa sablon kotak dan kedelapan jasa cetak kemasan kota/box.

Tarif jasa yang kita kenakan dalam layanan delapan jasa itu, kata Mohd Tanwier, di bawah tarif pasar, untuk membantu masyarakat IKM yang ingin mencetak kemasannya di UPTD Rumah Kemasan Disperindag Aceh.

Kadisperindag Aceh, Mohd Tanwier mengatakan, UPTD Rumah Kemasan ini, belum sempurna, masih banyak kekurangannya dan kita harapkan dengan adanya Kunjungan Kerja Sekda Aceh ke Unit UPTD Rumah Kemasan ini, akan ada perbaikan sehingga UPTD Rumah Kemasan ini ke depan, tidak andal dalam menangani cetakan kemasan produk IKM, tapi juga handal dalam memberikan kontribusi bagi PAA Aceh ke depan," ujar Mohd Tanwier. [Adv]

×
Berita Terbaru Update