Disperindag Aceh Pasarkan Produk di Kantor


Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh memasarkan produk masyarakat di Kantor Disperindag Aceh untuk membantu pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pada pintu masuk Kantor Disperindag tepatnya di pojok sebelah kiri terlihat beberapa produk IKM/UMKM tertata rapi pada etalase. Di antaranya produk makanan, kue khas Aceh, kerajinan tangan, dan produk turunan kriya.

Staff yang bertugas menjaga stand, Mardiati menyampaikan, produk IKM/UMKM tidak hanya diletakkan di dalam stand. Namun mereka juga menepatkan produknya dekat pintu masuk, agar bisa dilihat oleh masyarakat luas.

“Kalau produk seperti donat dan brownis atau makanan sejenisnya diletakkan di meja luar dekat pintu masuk, biar yang datang ke kantor ini tau,” sebutnya, Jumat (20/5/2022).

Dia juga menyebutkan, produk masyarakat itu dipasarkan setiap hari kerja. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Disperindag Aceh dengan pelaku IKM/UMKM yang bertujuan untuk menggalakan dan mempromosikan produk IKM/UMKM Aceh.

“Tujuannya untuk membantu pelaku usaha IKM/UMKM agar tergerak untuk meningkatakan produksinya. Sehingga merek IKM/UMKM tersebut bisa dikenal oleh orang lain,” tuturnya.

Rata-rata produk yang dijual di Disperindag, kata Mardiati, kebanyakan berasal dari IKM/UMKM Aceh Besar.

Dengan adanya kerja sama ini, sebut Mardiati, bisa membangkitkan gairah IKM/UMKM untuk memproduksi lebih kreatif lagi dan lebih berkualitas serta tidak takut mempromosikan produknya.

Kepala Disperindag Aceh, Mohd Tanwier berharap mereka yang memasarkan produknya di dinas tersebut benar-benar merupakan pelaku IKM dan UMKM, bukan dari pihak perusahaan besar.

Tanwier menyebutkan mayoritasnya mereka berasal dari Kabupaten Aceh Besar. Produk-produk itu dipasarkan hanya di hari kerja saja, ini sudah berlangsung sebelum Ramadan tahun ini.

Kepala Bidang Pengembangan Industri Menengah dan Aneka (PIMA), Nilakanti, mengatakan mereka terdiri dari sejumlah kelompok yang berjaga secara bergantian. “Jadi mereka jualan sekalian promosi barang,” kata Nilakanti, saat ditemui KBA.ONE, Senin 23 Mei 2022.

Nilakanti menambahkan, kebanyakan mereka berasal dari Aceh Besar. Menurutnya, jika dari kabupaten/kota lainnya mungkin banyak yang terkendala di biaya pengiriman. “Kita sudah surati ke kabupaten/kota untuk barangnya di-display Disperindag Aceh,” tambahnya.

Melalui promosi ini, pihaknya berharap para pelaku IKM dan UMKM bisa membangkitkan penghasilan mereka, lebih maju, dan mampu bersaing dengan produk dari luar daerah. “Semoga produknya bisa lebih dikenal sama orang,” harapnya.

Kegiatan promosi produk itu telah diterapkan sekitar tahun 2015. Kata dia, promosi ini akan berkelanjutan, dan produk-produk itu juga akan terus diperbaharui mengingat ada masa expired date. [Adv]
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru