Notification

×

Iklan

GA Adsense

4 Ruko Terbakar di Cureh Bireuen, Seorang Ibu dan Dua Anaknya Meninggal Dunia

22 Sep 2020 | 10.16 WIB Last Updated 2020-10-25T23:59:10Z
Proses Pemadaman 4 (empat) unit ruko oleh Tim Damkar Pemkab Bireuen, di Dusun Cureh Barat Desa Geulanggang Teungoh, Bireuen, Senin (21/9/2020) malam.



KABAR ACEH | Bireuen- Insiden kebakaran yang menghanguskan 4 (empat) unit rumah toko (ruko) yang terletak di lintas jalan nasional Medan- Banda Aceh, tepatnya di Dusun Cureh Barat Desa Geulanggang Gampong Kecamatan Kota Juang, Senin (21/9/2020) sekira pukul 22.30 WIB malam.

Informasi yang berhasil dihimpun kabaraceh.co
seorang ibu beserta 2 (dua) anaknya turut menjadi korban amukan si jago merah malam itu. Kronologis kejadian diduga berawal dari api akibat konsleting listrik yang membakar sebuah toko bengkel sepeda motor "Muda Jaya" milik Jafar (35). Isterinya Intan Ibrahim (34) dan dua anaknya, yakni  Syifa Humaira (10) dan Nasuha (9) meninggal dunia. Dikabarkan keluarga naas itu selama ini menetap di lantai dua ruko tersebut.

Kejadian yang bermula sekira pukul 22.30 WIB malam, kobaran api terlihat di depan bengkel tersebut. Lalu api mulai membesar dan membakar berbagai benda di toko Muda Jaya berkontruksi beton itu. Juga terdengar ada ledakan kecil dari benda yang terbakar yang ikut melebar ke dalam bangunan ruko tersebut.

Menurut beberapa saksi mata, tak berselang lama, api menjalar ke seluruh ruko. Disaat peristiwa itu terjadi Jafar sang pemilik bengkel sedang berada di luar ruko, sedangkan istri dan kedua anaknya berada dalam ruko. 

Sejumlah warga sekitar lokasi kejadian berusaha memadamkan api, dikarenakan api cepat membesar, upaya tersebut gagal dan meminta bantuan Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk memadamkan api.

Petugas dengan mengerahkan 4 unit armada pemadam kebakaran POS Induk Kabupaten Bireuen ke lokasi serta di bantu oleh TNI-POLRI dan bantuan masyarakat setempat, api dapat dijinakkan dalam waktu yang relatif singkat hingga tidak sempat merebak ke sejumlah ruko lain yang berdempetan. Pemadaman tersebut turut melibatkan piket Satgas COVID-19 Pendopo Bupati Bireuen, TRC-PB dipimpin Razali, S.Sos Cs dan Petugas Pusdalops-PB BPBD 

Namun ketika mereka mengetahui ada tiga korban terperangkap di lantai dua bangunan, sontak saja petugas menerobos mencari para korban dan berhasil menemukan tiga korban di kamar mandi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kepala BPBD Bireuen Teguh Mandiri Putra, menyebutkan, "kami menemukan tiga korban dalam kondisi telah meninggal dunia. Ketiga korban lalu dievakuasi ke RSUD dr. Fauziah Bireuen. Para korban diperkirakan terjebak di lantai dua ruko usaha bengkel dan tidak sempat menyelamatkan diri. Selain ruko tersebut, tiga lainnya yang turut terimbas, yakni Toko Usaha Laundry, milik Ali (40) dengan tanggungan 2 Jiwa, Mutia (35) dan Putri (22), Toko Usaha Besi milik Zulfikar(50), dan Toko Usaha Bangunan, milik Murtala," terangnya.

Hingga berita ditayangkan, jumlah kerugian akibat peristiwa tersebut, belum bisa ditaksirkan karena masih dalam pendataan petugas dan media belum memperoleh informasi dari pihak terkait lainnya akan penyebab pasti kebakaran yang menimpa 4  ruko yang merenggut tiga nyawa, seorang ibu dan dua putra putrinya. [SR]



×
Berita Terbaru Update