Scroll ke bawah untuk melanjutkan
BREAKING NEWS
  • KABAR 24
  • _Hukum
  • _Politik
  • _Parlementaria
  • _Internasional
  • _Nasional
  • _Ekbis
  • _Metropolitan
  • _Sport
  • _Pemerintah Aceh
  • _Index
  • KABAR Layanan Publik
  • _Info Publik
  • _Pelayanan Publik
  • _Pengumuman Resmi
  • KABAR Redaksi
  • _Redaksi
  • _Siber
  • _Kode Etik
  • _Iklan
  • INAPROC Katalog
  • _INAPROC Katalog Pariwara
  • _INAPROC Katalog Banner
  • _INAPROC Katalog Elektronik Iklan Online
Kabar Aceh

BARBEQUE

  • Home
  • Aceh
  • Ekbis
  • Hukum
  • Inforial
  • Nasional
  • Parlementaria
  • Politik
  • Beranda
  • Ekbis

Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta

Redaksi
Redaksi
4/12/2025
  • Lebih kecil
  • Bawaan
  • Lebih besar
Bagikan:

BANDA ACEH - Provinsi Aceh mencatat defisit neraca perdagangan luar negeri sebesar USD19,22 juta  pada Februari 2025. Defisit ini disebabkan nilai impor masih lebih tinggi dibandingkan ekspor dalam periode tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat, total impor Aceh pada Februari 2025 mencapai USD73,16 juta USD, sedangkan nilai ekspor hanya sebesar USD53,94 juta.

Perbedaan nilai tersebut menunjukkan Aceh masih sangat bergantung pada pasokan dari luar negeri, terutama di sektor energi dan bahan baku industri.

Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, melalui Fungsional Madya BPS Aceh, Oriza Santifa menyampaikan, meskipun nilai impor pada Februari lebih tinggi dari ekspor, namun angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Nilai impor Provinsi Aceh pada Februari 2025 sebesar USD73,16 juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 3,51 persen dibandingkan impor Januari 2025," ujar Oriza, Kamis (10/4/2025).

Oriza mengatakan, Amerika Serikat menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai USD30,34 juta, yang didominasi oleh komoditas gas. Selain itu, Aceh juga mengimpor bahan kimia anorganik senilai USD8,90 juta  dan pupuk sebesar USD5,29 juta.

Sementara itu, kinerja ekspor Aceh pada Februari 2025 justru mengalami kenaikan sebesar 6,08 persen dibandingkan Januari.

Oriza menyebutkan, komoditas batu bara menjadi penyumbang utama dengan nilai USD32,36 juta yang seluruhnya diekspor ke India.

"Secara keseluruhan, batu bara menyumbang 62,71 persen dari total ekspor Aceh pada Februari, yakni sebesar USD33,83 juta. Komoditas lainnya yang juga diekspor antara lain kopi, berbagai produk kimia, dan komoditas lainnya," kata Oriza. [IP] 
Tag:
  • Ekbis
Bagikan:
Redaksi
Redaksi
Kabar Aceh merupakan situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh
Follow me on: Facebook
Berita Terkait
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
Berita Terbaru
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
  • Impor Tinggi, Aceh Defisit USD19,22 Juta
Tampilkan lebih banyak
Terpopuler
  • Surya Dharma: Lingkungan Bersih Tak Lahir dari Slogan, Tapi dari Kebiasaan Memilah Sampah

  • Nasib Kasus Penghinaan Wartawan di Bireuen Masih Mengambang, Dua Bulan Belum Ada Kepastian Hukum

  • HRD Kembali Perjuangkan Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Umuslim, Usulan Diserahkan ke Menteri PU

  • Reformasi Birokrasi Aceh Naik Kelas, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

  • DPR Aceh Laporkan Hasil Pansus Tambang dan Bank Aceh Syariah

KABAR Sponsor
Artikel Lainnya
Kabar Aceh
Kabar Aceh adalah situs web Berita, dan hiburan Anda. Kami memberi Anda berita dan informasi terbaru langsung Aceh.

Contact us: kabaraceh.id@gmail.com
  • Redaksi
  • Siber
  • Iklan/Advertorial
  • Kode Etik
  • Sitemap
  • Karir
Copyright © 2019 - , Kabar Aceh. All right reserved